5 Kondisi Kehamilan yang Bisa Menurun dari Keluarga

Reporter : Devi Puspitasari
Selasa, 27 Oktober 2020 06:30
5 Kondisi Kehamilan yang Bisa Menurun dari Keluarga
Apa aja ya Moms?

Kehamilan bagi banyak wanita jadi masa indah yang dinantikan. Saat hamil, tentu kita ingin ya menjalani kehamilan yang sehat dan buah hati bisa berkembang dengan baik dalam kandungan.

Saat orang tua maupun saudara bercerita tentang kehamilannya, kadang nggak sedikit juga nih ibu yang jadi bertanya-tanya tentang apakah akan mengalami hal yang serupa atau nggak.

Nyatanya, ada beberapa kondisi kehamilan yang diturunkan oleh keluarga lho Moms. Apa saja itu? Dilansir dari What to Expect, berikut 5 kondisi kehamilan yang bisa menurun dari keluarga.

1 dari 6 halaman

Diabetes Gestasional

Ilustrasi DiabetesIlustrasi Diabetes © diabetes.co.uk

Yup, sayangnya Moms akan berisiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional bila ada anggota keluarga yang mengidap diabetes apapun.

Tapi, meski lebih berisiko Moms masih bisa kok meminimalisisr kemungkinannya dengan mempertahankan berat badan yang sehat dan olahraga teratur. Hindari mengonsumsi makanan yang manis-manis juga ya Moms selama kehamilan.

2 dari 6 halaman

Morning Sickness

Ilustrasi morning sicknessIlustrasi morning sickness © shutterstock.com

Morning sickness ternyata menurun dari keluarga lho Moms. Bila ibu atau saudara perempuan Moms mengalami morning sickness, kemungkinan besar selama kehamilan Moms juga akan mengalami hal yang sama.

Sebuah penelitian menemukan bahwa ada hubungan yang kuat antara genetik dan morning sickness ini, terutama pada kasus yang parah. Moms bisa mengatasi morning sickness ini dengan mengonsumsi produk berbahan dasar jahe dan hindari makanan atau bau yang memicu rasa mual.

3 dari 6 halaman

Persalinan Prematur

ilustrasi bayi di rumah sakitilustrasi bayi di rumah sakit © Wataru Ito / asia.nikkei.com

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa persalinan prematur menurun dari keluarga Moms. Tapi penemuan ini masih perlu studi lebih lanjut. Lalu, apa yang harus dilakukan? Bila ada salah seorang anggora keluarga yang pernah mengalami hal ini, beritahu dokter.

Nantinya, dokter akan lebih proaktif untuk memantau perkembangan Moms dan buah hati untuk mencegah hal yang sama terjadi. Selain itu, dokter akan mengukur panjang serviks secara berkala yang bisa menjadi petunjuk tentang risiko persalinan prematur.

4 dari 6 halaman

Ukuran Bayi yang Besar

Ilustrasi Bayi Baru LahirIlustrasi Bayi Baru Lahir © shutterstock.com/KieferPix

Nyatanya, ukuran Moms dan pasangan bisa jadi prediktor yang kuat lho tentang seberapa besar buah hati saat lahir. Bila Moms dan pasangan lahir dengan ukuran yang kecil, kemungkinan bayi Moms juga akan mengalami hal yang sama.

Tapi hal ini juga tergantung dengan berat badan Moms saat hamil ya. Pasalnya, wanita dengan berat badan berlebih cenderung melahirkan bayi yang lebih besar juga. Karena itu, kembali lagi menjaga berat badan yang sehat selama kehamilan memang penting, Moms.

5 dari 6 halaman

Proses Persalinan yang Lama dan Sulit

ilustrasi melahirkanilustrasi melahirkan © freepik.com

Meski Moms nggak bisa benar-benar merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan ibu Moms saat melahirkan, kemungkinan ibu Moms sudah menurunkan tipe tubuhnya dan itu bisa memengaruhi proses persalinan.

Misal, ibu dengan panggul lebih kecil kemungkinan mengalami persalinan yang lebih lama dan biasanya akan berakhir dengan operasi caesar. Meski begitu, banyak faktor lainnya yang juga memengaruhi jenis persalinan yang Moms alami termasuk posisi dan ukuran bayi.

Beri Komentar