Ternyata Ada lho Tradisi Membunuh Orang Lanjut Usia, Nggak Takut Kualat?

Reporter : Bagus Prakoso
Selasa, 14 April 2020 11:20
Ternyata Ada lho Tradisi Membunuh Orang Lanjut Usia, Nggak Takut Kualat?
Seperti apa sih praktiknya?

Seorang manula atau orang lanjut usia memang sudah sewajarnya kita hormati. Selain berusia lebih tua, fisiknya yang sudah tak lagi prima mewajibkan kita para generasi muda bisa menghargai dan mengasihi para orag tua ini. Namun ternyata, ada lho sebuah tradisi yang justru sangat memilukan. Tradisi ini adalah membunuh orang lanjut usia. Kok serem ya?

1 dari 2 halaman

Tradisi Thalaikoothal

Tradisi Membunuh Orang Lanjut UsiaTradisi Membunuh Orang Lanjut Usia © unsplash.com / Patrick Beznoska

Tamil Nadu adalah salah satu ngegara bagian yang ada di India. Wilayah ini punya tradisi yang menyeramkan bernama Thalaikoothal. Dilansir dari India Times, Tradisi kuno ini untuk membunuh orang tua yang sudah lanjut usia. Biasanya yang melakukan hal ini adalah penduduk di Desa Madurai, Virudhunagar dan Teni.

Thalaikoothal memiliki arti mandi atau siraman. Hal ini karena dalam prosesnya, orang yang sudah lanjut usia akan diberi minyak mandi di pagi hari. Kemudian orang tua akan diberi minum air kelapa. Efeknya sangat mengerikan, yakni perubahan suhu tubuh, gagal ginjal, demam tinggi, dan akhirnya meninggal dalam waktu satu hingga dua hari.

Ternyata ada variasi lain dalam melakukannya. Biasanya orang tua diberikan susu sapi sambil mencubit hidung orang tua. Efeknya adalah orang tua sulit bernafas. Selain itu, masih ada beragam cara yang dilakukan untuk mengakhiri hidup korban.

Yang menjadi pertanyaannya adalah, mengapa tradisi ini harus dilakukan?

2 dari 2 halaman

Tradisi Membunuh Orang Lanjut UsiaTradisi Membunuh Orang Lanjut Usia © unsplash.com / Ananya Bilimale

Ternyata, beragam alasan mendasari dilakukannya tradisi ini. Yang populer adalah faktor ekonomi. Keluarga merasa sulit secara finansial untuk merawat orang tuanya. Sehingga beberapa masyarakat melakukannya.

Meskipun sudah ditentang oleh banyak pihak, masih ada saja segelintir orang yang tetap menjalankannya. Praktik ini pun dilakukan secara diam-diam. Sungguh tidak manusiawi ya.

Beri Komentar