Beneran Matiin Kamera saat Video Call Bisa Menyelamatkan Bumi?

Reporter : Andrawira Diwiyoga
Rabu, 20 Januari 2021 18:50
Beneran Matiin Kamera saat Video Call Bisa Menyelamatkan Bumi?
Wah, berarti kita bisa jadi superhero dong

Di masa pandemi seperti sekarang ini, kita diwajibkan untuk berdiam diri di rumah dan tidak kemana-mana. Semua aktivitas di luar ruangan dilakukan di dalam rumah, baik itu bekerja maupun sekolah.

Kerjaan dan sekolah pun dilakukan secara virtual dari rumah. Kini, banyak orang menggunakan aplikasi group call seperti Zoom atau Google Meet untuk beraktivitas.

Namun, nampaknya video call ini bisa bikin Bumi terancam lho. Dan salah satu cara kita untuk menyelamatkan Bumi adalah dengan mematikan kamera saat video call. Percaya?

1 dari 5 halaman

Gaya Hidup Digital

Dikutip dari IFL Science, menurut studi yang dikeluarkan oleh Resources, Conservation & Recycling, mematikan kamera saat video call dapat mengurangi jejak karbon sampai 96 persen lho. Selain itu, mematikan kamera saat video call juga bisa mengurangi emisi hingga 86 persen ketika menonton streaming dengan kualitas standar, bukan HD.

Studi ini ditulis oleh para peneliti dari Yale, Purdue, dan MIT. mereka meneliti tentang dampak lingkungan dari penggunaan internet.

" Gaya hidup digital yang masif saat ini bermanfaat besar terhadap lingkungan, termasuk pengurangan emisi karbon dioksida terkait perjalanan. Namun, peningkatan penggunaan internet juga punya dampak tersembunyi terhadap lingkungan yang harus diungkap agar transisi ke ekonomi rendah karbon dan lebih hijau bisa berhasil," ucap peneliti dalam studi tersebut.

Ilustrasi Video CallIlustrasi Video Call © unsplash.com/Chris Montgomery

2 dari 5 halaman

Sejak Pandemi Meningkat

Sebelum pandemi muncul, jejak karbon internet sudah meningkat, terhitung sebesar 3,7 persen dari emisi gas rumah kaca. Sedangkan konsumsi listrik pusat data menyumbang satu persen dari permintaan energi global.

Sejak pandemi di awal bulan Maret 2020, sebagian besar negara di dunia mengalami peningkatan penggunaan internet sampai 20 persen. Jika hal ini terus berlanjut, penggunaan internet perorang akan setara dengan penggunaan air yang dapat mengisi lebih dari 300.000 kolam renang. Maka dari itu membutuhkan hutan seluas 115.229 km persegi untuk menyerap karbon ekstra yang dikeluarkan.

3 dari 5 halaman

Tiap Negara Beda-beda

Para peneliti mengidentifikasi air, tanah, serta jejak karbon untuk setiap GB data yang digunakan banyak platform onlin yang berbeda dari berbagai negara. Hasilnya yaitu mereka menemukan bahwa lebih banyak platform video yang berat, memiliki footprint yang lebih tinggi.

Para peneliti juga mangtakan bahwa air, tanah, dan jejak karbon tiap negara berbeda-beda. Di Inggris 281 persen lebih tinggi dari median global, Brasil 218 persen di atas median, dan Afrika Selatan 59 persen di atas median.

4 dari 5 halaman

Hal yang Bisa Dilakukan

Penelitian tersebut juga mengatakan jika 1 juta pengguna aplikasi video call mematikan kamera mereka, emisi karbon dioksida bulanan akan berkurang sebanyak 9.023 ton. Dan jika 70 juta orang streaming video menurunkan kualitasnnya dari HD ke SD, maka akan ada pengurangan bulanan sampai 2,5 juta ton.

" Tindakan kecil seperti mematikan video selama rapat virtual, mengurangi kualitas layanan streaming, mengurangi waktu bermain game, membatasi waktu di media sosial, menghapus email dan konten yang tidak perlu di layanan penyimpanan berbasis cloud, atau berhenti berlangganan dari daftar email dapat secara signifikan mengurangi jejak lingkungan dari penggunaan internet," ucap para peneliti dalam studi tersebut.

Beri Komentar