Tak Hanya Anak, Orang Tua Juga Alami Tekanan Mental Selama Pandemi

Reporter : Audila Rima Ndani
Rabu, 23 Juni 2021 08:37
Tak Hanya Anak, Orang Tua Juga Alami Tekanan Mental Selama Pandemi
Kesehatan mental orang tua juga penting untuk diperhatikan.

Wabah corona masih menghantui banyak negara di dunia. Indonesia sendiri masih menjadi salah satu negara yang terus berjuang melawan wabah tersebut.

Jumlah kasus yang terus meningkat membuat kita masih berada di situasi pandemi. Hal ini tentu memberikan begitu banyak perubahan dalam kehidupan kita.

Salah satu kekhawatiran besar yang terjadi selama pandemi adalah dampaknya pada kesehatan mental anak. Namun nggak hanya itu, kesehatan mental kita sebagai orang tua juga dapat terkena dampak dari pandemi yang belum kunjung usai ini.

1 dari 4 halaman

Ilustrasi Wanita StresIlustrasi Wanita Stres © shutterstock.com/RATTA LAPNAN

Dilansir dari Moms.com, sebuah laporan baru menunjukkan bahwa 70% orang tua merasa tertekan secara mental selama pandemi COVID-19. Pandemi menyebabkan banyak perubahan pola asuh yang mungkin belum sempat dipersiapkan oleh kita sebagai orang tua.

Kita harus mengatur pekerjaan dari rumah, membantu anak-anak dengan sekolah online, dan terus berada di rumah yang mungkin membuat kita kesulitan melepaskan energi atau sekedar untuk mendapatkan pemandangan baru. Maka dari itu, tak hanya kesehatan mental anak saja yang terpengaruh, tetapi kesehatan mental orang tua juga harus diperhatikan.

2 dari 4 halaman

Ilustrasi StresIlustrasi Stres © Theladders.com

Studi yang diselesaikan oleh CDC melaporkan bahwa hampir 70% orang dewasa merasakan gejala kecemasan, depresi, gangguan terkait trauma atau stres, dan keinginan untuk bunuh diri. Ditemukan juga bahwa orang tua bisa lima kali lebih mungkin melaporkan gejala masalah kesehatan mental selama pandemi jika dibandingkan dengan orang dewasa lainnya.

Bukan hal yang aneh bagi orang tua untuk mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak mereka. Survei tersebut mengamati lebih dari 2.300 orang tua atau pengasuh dan hampir 85% dari mereka pernah mengalami satu atau lebih gejala masalah kesehatan mental.

3 dari 4 halaman

Bukan hanya itu saja, setengah dari mereka telah melaporkan pikiran untuk bunuh diri pada satu titik. Jika seseorang adalah orang tua dan pengasuh, risikonya menjadi delapan kali lebih tinggi.

Pandemi memang memberikan dampak yang begitu besar pada kehidupan kita. Bahkan sangat mungkin hal itu akan memengaruhi diri kita meski pandemi telah usai.

4 dari 4 halaman

ilustrasi ibu dan anakilustrasi ibu dan anak © Shutterstock

Orang tua juga perlu memperhatikan kesehatan mental mereka selama pandemi. Untuk itu, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental sangat penting.

Segera hubungan ahli jika kita mulai merasa kondisi pikiran memburuk dan mengalami trauma. Kesehatan mental kita tentu sangat penting untuk dijaga agar kita bisa membesarkan anak secara sehat pula.

Semoga informasi ini bisa membantu ya!

Beri Komentar