Antimainstream! Desa Ini Gunakan Meriam Bambu untuk Tangani Warga yang Ngotot Terobos PSBB

Reporter : Arif Mashudi
Rabu, 27 Mei 2020 09:11
Antimainstream! Desa Ini Gunakan Meriam Bambu untuk Tangani Warga yang Ngotot Terobos PSBB
Di saat warga desa yng notabene aman dari paparan covid-19 menerapkan aturan dengan baik, eh malah yang di luar sana dengan santainya membuka mall dan membuat kerumunan.

Masyarakat desa mungkin tidak memiliki latar belakang pengetahuan yang lebih dari pada masyarakat kota. Tapi, perihal gotong royong masyarakat desa masih belum ada tandingannya. Kesolidan dan kekompakan mereka akan sangat jarang ditemukan di perkotaan.

Baru-baru ini viral sebuah vidio yang memperlihatkan sekelompok warga desa yang mengusir orang yang masih ngotot menerobos jalur PSBB. tidak langsung mengusir mereka memperingatkan warga yang masih ngotot dengan baik. Ketika sudah tidak bisa diperingatkan mereka akan mengusir dengan menggunakan meriam bambu.

1 dari 3 halaman

Vidio yang viral di sosial media itu terjadi di desa Ringin Agung, Magetan, Jawa Timur. Bukan untuk gegayaan, ketua RT desa tersebut mengatakan bahwa hal tersebut adalah bagian dari sosialisasi bahwa desa tersebut sedang ditutup untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

Penutupan jalan dengan menggunakan meriam bambu ini dilaksanakan waktu beberapa hari pasca lebaran. Setelah itu jalan akan dibuka seperti biasanya.

2 dari 3 halaman

Tradisi meriam bambu


Rupanya bermain meriam bambu sudah merupakan tradisi turun temurun di desa tersebut. Masyarakat akan menyalakan bambu saat memasuki bulan ramadhan hingga tujuh hari pasca lebaran.

Dahulu, meriam bambu ini akan banyak dibunyikam ketika menjelang buka puasa. Ini juga berfungsi sebagai waktu penanda datangnya maghrib.

Cegah Pelanggar PSBB dengann Meriam BambuCegah Pelanggar PSBB dengann Meriam Bambu © Twitter

3 dari 3 halaman

Terlepas dari itu semua, upaya pemutusan rantai covid-19 yang dilakukan oleh warga desa ini sangat patut diapresiasi. Mereka sudah menjalankan peraturan dengan sebaik mungkin.

Di saat warga desa yng notabene aman dari paparan covid-19 menerapkan aturan dengan baik, eh malah yang di luar sana dengan santainya membuka mall dan membuat kerumunan.

Beri Komentar