Jangan Dilakukan Cuma Karena Iri, Ini Untung Rugi Nikah Muda yang Perlu Kamu Ketahui

Reporter : Firstyo M.D.
Senin, 13 Juli 2020 19:40
Jangan Dilakukan Cuma Karena Iri, Ini Untung Rugi Nikah Muda yang Perlu Kamu Ketahui
"Duh lihat pasangan nikah muda yang uwu jadi pengen juga deh~"

Akhir pekan lalu warganet dihebohkan dengan pernikahan Dinda Hauw dan Rey Mbayang.

Menjalin hubungan dengan tempo sangat singkat sebelum akhirnya menikah di usia muda, pasangan tersebut mengundang banyak respon dari warganet. Ada yang turut bahagia, tapi nggak sedikit juga yang iri.

Mereka yang iri kebanyakan menilai pernikahan Dinda Hauw dan Rey Mbayang adalah wujud pernikahan ideal, terlebih setelah serangkaian momen yang mereka unggah pasca menikah.

1 dari 4 halaman

Eits, jangan lantas buru-buru untuk mengejar pernikahan di usia muda untuk mengikuti jejak Dinda Hauw dan Rey Mbayang. Pernikahan itu hal yang serius dan penuh konsekuensi lho.

Agar kamu bisa lebih jauh mempertimbangkannya, berikut ini adalah untung dan rugi yang akan kamu rasakan saat memutuskan untuk nikah muda.

2 dari 4 halaman

Keuntungan

1. Bisa tumbuh dewasa bersama pasangan
Salah satu kekhawatiran dari pernikahan di usia muda adalah dari sisi kematangan diri. Kendati demikian, sebenarnya ini bukanlah hambatan. Dengan menikah di usia muda, kamu justru bisa saling mendewasakan diri bersama pasangan. Pasanganmu akan menjadi orang yang bisa kamu ajak sama-sama mengoreksi diri.

2. Usia minim risiko kehamilan untuk perempuan
Untuk kamu yang berencana mempunyai anak, menikah muda adalah cara yang tepat untuk menghindari risiko kesehatan saat hamil. Seperti yang kita tau, dari berbagai penelitian disebutkan bahwa usia ideal untuk hamil bagi seorang perempuan ada di kisaran 21-35 tahun. Usia yang pas kalau kamu memutuskan untuk menikah dan mempunyai anak di usia muda.

3. Jarak usia dengan anak tidak terlalu jauh
Selain ideal dari segi kesehatan, pernikahan usia muda juga akan mendukung interaksi orang tua dengan anak. Jarak usia yang tidak terlalu jauh antara orang tua dengan anak dapat dimanfaatkan untuk membangun ikatan yang lebih erat. Nggak kaku sperti hubungan orang tua dan anak pada umumnya, namun lebih seperti sahabat.

3 dari 4 halaman

Kekurangan

1. Belum puas bereksplorasi
Di usia muda, seseorang biasanya berada di masa berkelana. Bereksplorasi sejauh mungkin untuk menemukan jati diri, minat, dan nilai-nilai lain dalam hidup. Bisa jadi, saat memutuskan untuk menikah, seseorang belum merasa cukup melakukan eksplorasi sehingga ia merasa terlalu terikat.

2. Mentalitas belum matang
Usia 20-an adalah masa transisi untuk seseorang mulai bertanggung jawab atas dirinya sendiri, nggak lagi tergantung pada orang tua. Dengan menikah, artinya kamu akan menambah tanggung jawab baru selain diri sendiri. Pastikan kamu memikirkannya dengan matang saat memutuskan untuk menikah muda agar tidak terlambat menyadari tentang kesiapan mentalmu.

3. Sulit menyesuaikan dalam hidup berumah tangga
Sekian lama hidup sendiri, kemudian kamu akan berkutat dengan orang yang sama hampir setiap hari. Jika pernikahan usia muda yang kamu lakukan hanya didasari rasa iri semata dan minim cinta, maka pernikahan tersebut akan menjadi rentan karena salah satu pihak yang nggak bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam pernikahan.

4 dari 4 halaman

Pernikahan usia muda bagaikan pisau bermata dua. Ia bisa menjadi sangat menyenangkan dan penuh kebahagiaan, namun bisa juga berlaku sebaliknya.

Perlu kebijakan agar hal-hal buruk nggak perlu terjadi dalam pernikahamu nantinya.

Sebelum memutuskan untuk menikah muda cuma karena iri, sebaiknya pikirkan lebih matang lagi deh. Kamu masih punya waktu kok!

Beri Komentar