Jangan Dijauhi, Teman yang Kejam Bisa Saja Jadi Sahabat Terbaikmu lho

Reporter : Yoyok
Jumat, 26 Februari 2021 07:50
Jangan Dijauhi, Teman yang Kejam Bisa Saja Jadi Sahabat Terbaikmu lho
Punya teman yang mulutnya jahat sering kali mengatakan kebenaran yang pahit

Di antara teman-temanmu saat ini, mungkin ada satu orang yang kamu anggap berkepribadian "jahat" atau kasar. Kasar di sini artinya bukan membencimu atau tidak ingin berteman denganmu lagi, apalagi suka berkelahi.

Tekadang, teman yang kasar ini bicaranya sedikit tidak terkontrol. Tidak hanya itu, gak jarang juga sikap dan perkataannya menyakiti hatimu.

Namun, ternyata teman yang berpribadian kasar atau kejam ini bisa menjadi sahabat terbaikmu lho.

1 dari 6 halaman

Berkah

Walaupun mereka memiliki sikap yang menjengkelkan, blak-blakan, dan juga kasar, hal ini mereka lakukan untuk kepentinganmu. Percaya atau tidak, teman yang kejam merupakan sebuah berkah lho.

Kenapa? Ada beberapa alasan mengapa teman yang kejam atau kasar padamu bisa menjadi sabahat terbaik. Salah satunya adalah mereka akan selalu berterus terang padamu.

Ilustrasi PersahabatanIlustrasi Persahabatan © shutterstock.com/Makistock

2 dari 6 halaman

Mengatakan Kebenaran

Teman yang kejam memang akan mengungkapkan sebuah fakta atau kebenaran yang menyakitkan padamu. Selain itu, mereka tidak akan berusaha untuk menutup-nutupi kebenaran tersebut.

Dikutip dari iHeart Intelligence, menurut sebuah studi dari Association for Psychological Science, mengatakan bahwa orang-orang terkadang berusaha untuk menimbulkan emosi negatif pada temannya untuk alasan altruistik, bukan untuk kesenangan atau keuntungan mereka sendiri.

Altruistik merupakan perilaku perhatian terhadap orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri. Bisa dibilang bahwa temanmu jadi kejam bukan karena mereka ingin melihat kamu sedih dan tersakiti, tetapi mereka ingin membantumu untuk mengatasi masalahmu.

3 dari 6 halaman

140 Partisipan

Dalam studi tersebut, para peneliti mensurvey 140 partisipan yang disuruh untuk bermain video game. Latihan khusus ini bertujuan untuk memeriksa perilaku responden selama situasi hipotesis.

Tidak hanya itu, mereka pun juga disuruh untuk menonton video klip dan membaca deskripsi pendek dari sebuah game yang bervariasi dengan konten emosional mereka. ketika melakukannya, para partisipan diminta untuk mengambil sudut pandang orang lain dalam setiap situasi yang dihadapi.

Ilustrasi PersahabatanIlustrasi Persahabatan © shutterstock.com/oduaimages

4 dari 6 halaman

Pengaruh Negatif Berbuah Positif

Ketika para partisipan diminta untuk mempertimbangkan perhatian untuk orang lain, mereka cenderung untuk memilih pengalaman dan emosi yang negatif untuk orang lain, jika hal tersebut dapat membantu mereka. Tindakan menguntungkan yang negatif untuk mendapatkan hasil yang positif sangat erat kaitannya dengan empati responden.

" Yang mengejutkan adalah pengaruh yang buruk itu tidak terjadi secara acak tapi berdasarkan emosi. Hasil kami menunjukkan bahwa orang-orang memiliki ekspektasi yang sangat spesifik tentang efek emosi tertentu dan tentang emosi mana yang mungkin lebih baik untuk mencapai tujuan yang berbeda," ucap Loper-Perez, salah satu dari peneliti tersebut.

5 dari 6 halaman

Sahabat Terbaik

Studi ini juga menunjukkan bahwa terkadang teman yang kejam bisa menjadi sahabat terbaik. Mereka tidak ingin menyakitimu, mereka hanya ingin kamu siap mengahdapi dunia nyata dan fakta yang sebenarnya, walaupun pahit.

Yang terpenting adalah, mereka menyayangimu dengan sepenuh hati. Rasa sayang mereka ditunjukkan dengan perhatian, jujur, dan juga empati.

Ilustrasi PersahabatanIlustrasi Persahabatan © freepik.com

Beri Komentar