Ternyata Memiliki Anak-anak yang Jarak Usainya Cukup Jauh Banyak Manfaatnya Loh Moms, Apa Saja?

Reporter : Kurnia
Sabtu, 22 Januari 2022 11:08
Ternyata Memiliki Anak-anak yang Jarak Usainya Cukup Jauh Banyak Manfaatnya Loh Moms, Apa Saja?
Ketahui manfaatnya yuk, Moms

Tidak sedikit orang tua yang berpikir amat dalam ketika mereka harus memiliki anak lagi padahal jarak antara si kecil dengan kakaknya cukup jauh. Bahkan beberapa dari Moms memikirkan berbagai dampak buruk yang akan diterima kakak dan si kecil ketika mereka hidup bersama.

Sebaliknya, Moms justru dapat meningkatkan hubungan bahkan mengatur keuangan dengan baik dan juga mengajari kakak untuk bersikap lebih dewasa sebelum menerima adik loh, Moms. Mengapa bisa demikian?

1 dari 5 halaman

Seperti yang dirangkum oleh Diadona.id dari laman edecenter.id, berikut adalah beberapa ulasan termasuk berbagai manfaat yang diterima ketika memiliki anak-anak dengan jarak yang cukup jauh. Apa Saja?

2 dari 5 halaman

Moms menjadi orang tua yang lebih fokus

Perbedaan umur pada si kecil dengan kakaknya yang cukup jauh akan memberikan Moms waktu untuk merawat anak secara efektif loh, Moms. Nggak melulu negative, perbedaan umur yang cukup jauh juga akan membantu orang tua untuk lebih fokus dan perhatian kepada anak pertama dan anak kedua, loh.

Sebagai orang tua, Moms juga dapat membagi waktu dan menikmati momen perkembangan anak secara berimbang. Selain itu, Moms juga bisa kembali mengulang kesenangan atau kelucuan seorang bayi ketika Moms dan Daddy memiliki anak kedua setelah anak pertama sudah cukup dewasa.

Alasannya, tentu saja karena banyak orang tua yang ingin kembali memiliki bayi ketika anak mereka sudah tumbuh dewasa dan tidak bisa di ajak bermain sebagaimana ketika sang anak tersebut masih kecil atau bayi, hal ini juga bisa menjadi alasan mengapa fokus orang tua sangat penting untuk hal ini ya, Moms.

3 dari 5 halaman

Moms bisa mengatur dan membagi waktu dengan cukup

Ilustrasi adik kakakIlustrasi adik kakak © Shutterstock.com

Ingat Moms, memiliki dan membagikan waktu untuk anak-anak adalah hal yang terpenting. Memisahkan waktu dan membagi waktu ketika kakak dengan si kecil hanya terpaut sedikit akan lebih sulit dibandingkan rentan waktu yang cukup jauh ya, Moms.

Perbedaan usia yang cukup jauh juga akan memudahkan orang tua untuk membagi waktu, loh. Moms juga bisa bermain dengan anak kedua ketika anak pertama mereka sekolah, sedangkan ketika anak kedua mereka sedang tertidur, Moms dan Daddy tetap dapat bermain dengan anak sulung setelah sang anak pulang sekolah agar anak-ank merasa diperlakukan secara adil.

4 dari 5 halaman

Melatih anak sulung untuk menjadi kakak yang lebih dewasa

Sebagai kakak, tentu anak-anak yang lebih dewasa memiliki sedikit kewajiban untuk mengurus adik-nya yang masih kecil. Hal semacam ini tentu saja akan sangat membantu Moms dan Daddy untuk mengurus anak kedua dan merawatnya.

Dengan jarak usia yang cukup jauh, Moms bisa memberikan kepercayaan pada kakak untuk membantu merawat adiknya. Selain itu, perbedaan usia ini juga akan membantu Moms untuk mengatur dan mengajarkan tanggung jawab anak kepada anak pertama ya.

5 dari 5 halaman

Keuangan keluarga lebih terencana

Ilustrasi adik kakakIlustrasi adik kakak © Shutterstock.com

Memilik anak, berarti orang tua harus memiliki perencanaan keuangan yang cukup matang agar biaya pendidikan sampai masa depan si kecil dan kakaknya terencana.

Mengatur keuangan keluarga terlebih untuk mengatasi masalah kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran lainnya, Moms bisa belajar dari pengalaman anak pertama. Ketika Moms merasa berhasil dengan keuangan dan masa depan kakak, Moms tentu saja bisa melakukan hal serupa untuk adik.

Memiliki dua anak tentu saja akan menjadi lengkap jika kedua anak tersebut memiliki jenis kelamin pria dan wanita, tetapi tentu saja jenis kelamin bukanlah suatu kewajiban di masa kini, yang terpenting adalah kesiapan finansial maupun kesiapan dari kedua orang tua untuk memiliki anak kedua, dan tentu saja ketika Moms ingin memiliki anak kedua, Moms dan Daddy harus mempersiapkan dan memperhitungkan segalanya, ya. Termasuk keuangan hingga perencaan anggaran kesehatan.

Beri Komentar