Ternyata Janin Bisa BAB dalam Kandungan lho Moms, Apakah Berbahaya?

Reporter : Mila Ismiranda
Kamis, 6 Januari 2022 11:57
Ternyata Janin Bisa BAB dalam Kandungan lho Moms, Apakah Berbahaya?
Bikin penasaran banget ya pastinya.

Ada banyak hal seputar janin dalam kandungan yang tentunya membuat Moms penasaran. Salah satunya, apakah bayi BAB dalam kandungan? Kalau iya, apakah hal itu berbahaya? Lantas, apa sih yang menyebabkannya?

Daripada penasaran, simak pembahasan berikut ini ya Moms!

1 dari 4 halaman

Janin BAB dalam Kandungan

Ilustrasi Bayi dalam KandunganIlustrasi Bayi dalam Kandungan © Shutterstock

Selama ada 9 bulan di dalam kandungan, bayi bisa buang air kecil (BAK) untuk mengeluarkan berbagai kotoran dari asupan yang ia cerna. Urine bayi akan dikelola dan dikeluarkan secara alami oleh plasenta.

Tapi, ada kalanya bayi buang air besar (BAB) atau mengeluarkan feses sebelum terlahir. Kotoran pertamanya ini yang sering disebut mekonium.

Mekonium terdiri dari beberapa hal, seperti cairan ketuban, sel usus, lendir, empedu, air, dan lanugo (rambut halus janin). Tapi biasanya, kotoran yang dihasilkan janin tidak selalu berbentuk feses. Bentuknya tampak seperti tar, yaitu cairan lengket, kental, dan memiliki warna hijau kehitaman.

2 dari 4 halaman

Bisa Bahaya

Mekonium mulai terbentuk saat janin berusia 12 minggu. Tapi, normalnya tidak akan dikeluarkan hingga bayi lahir. 

Hampir semua bayi mengeluarkan mekonium dalam kurun waktu 12-48 jam setelah ia dilahirkan. Nah, Moms perlu waspada kalau mekonium ini keluar saat bayi masih dalam kandungan atau rahim. adalah ketika beberapa bayi mengeluarkan mekonium saat masih dalam rahim. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut juga dengan sindrom aspirasi mekonium.

3 dari 4 halaman

Sindrom Aspirasi Mekonium

Ilustrasi HamilIlustrasi Hamil © Shutterstock

Sindrom aspirasi mekonium bisa terjadi saat bayi menghirup campuran cairan ketuban dan mekonium. Mekonium seperti yang sudah dijelaskan adalah feses janin berwarna hijau tua yang terdiri dari bahan-bahan yang dicerna janin saat berada di dalam rahim.

Umumnya, mekonium keluar dari tubuh bayi baru lahir sebagai tinja pertamanya. Tapi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan mekonium keluar bercampur air ketuban, sebelum bayi dilahirkan.

Kalau janin sampai menghirup ketuban yang bercampur dengan mekonium saat masih di dalam rahim, zat tersebut bisa mencapai paru-paru, menghalangi saluran udara. Kondisi ini bisa menjadi parah dan menyebabkan sebagian paru-paru kolaps.

4 dari 4 halaman
Beri Komentar