7 Tanda Anak Memiliki Guru Beracun dan Lingkungan Sekolah yang Tidak Sehat

Reporter : Kurnia
Rabu, 15 September 2021 15:07
7 Tanda Anak Memiliki Guru Beracun dan Lingkungan Sekolah yang Tidak Sehat
Guru toxic bisa membahayakan kesehatan mental anak lho, Moms…

Hampir semua orang tua akan menilai jika peran tenaga pendidik itu baik untuk anak-anaknya. Tak sedikit Moms yang mempercayakan buah hatinya sepenuhnya kepada guru mereka.

Selama menjadi siswa, pernahkah Moms melakukan kesalahan di sekolah dan ditegur oleh guru?

Atau Moms tidak melakukan kesalahan tetapi mendapatkan teguran karena memang kesengajaan dari guru di sekolah?

1 dari 6 halaman

Menurut sebuah penelitian, tidak 100 persen guru bisa menunjukka  profesionalitas mereka sebagai tenaga pendidik lho. Bahkan sebagian di antara mereka justru benar-benar mengerikan dan menimbulkan traumatik pada siswanya.

Jika demikian, perlukah Moms mengkhawatirkan hal-hal semacam ini? Sebaiknya iya. Moms perlu untuk sesekali memperhatikan buah hati dan menaruh kecurigaan pada tenaga pengajar mereka.

Dilansir dari toxicties.com, tanda-tanda berikut ini bisa menunjukkan jika anak-anak Moms mendapatkan guru yang toxic dan lingkungan sekolah yang tidak sehat.

2 dari 6 halaman

Minat anak untuk bersekolah semakin menurun

Ilustrasi anak sekolahIlustrasi anak sekolah © Shutterstock.com/Twinsterphoto

Moms perlu khawatir dengan anak-anak yang mulai tidak nyaman di sekolahnya. Hal ini bisa saja ditunjukkan dengan minat sekolah anak yang mulai berkurang.

Anak-anak mungkin mengalami pengalaman negative di sekolah sehingga mereka menjadi tidak tenang saat belajar bahkan buah hati sampai tidak ingin berangkat ke sekolah untuk belajar. Indicator yang paling mungkin menyebabkan masalah ini adalah kurangnya kemajuan akademis mereka.

Dengan demikian, guru menjadi kasar dan bertindak tidak kooperatif sehingga membuat anak-anak menjadi takut.

3 dari 6 halaman

Anak-anak merasa gugup dan tidak berhenti khawatir

Ilustrasi anak sekolahIlustrasi anak sekolah © Shutterstock.com/Twinsterphoto

Jika buah hati Moms terus-menerus membuat alasan untuk bolos ke sekolah atau mereka tampak cemas setiap kali akan berangkat ke sekolah, mungkin anak-anak memiliki alasan khusus untuk khawatir.

Perhatikan mereka jika anak-anak terus mengeluh tentang gurunya namun tidak mengijinkan Moms untuk tidak melaporkannya. Bisa jadi anak-anak takut akan pembalasan guru di sekolahnya. Moms pasti sangat paham dengan perubahan mood dan perilaku anak-anak.

4 dari 6 halaman

Guru tidak menunjukkan sikap yang baik

Ilustrasi guru sekolahIlustrasi guru sekolah © Shutterstock.com/Twinsterphoto

Guru yang memberikan sikap buruk kepada orang tua muridnya adalah salah satu tanda tentang lingkungan sekolah yang beracun. Guru yang kerap mengeluhkan perilaku anak, kinerja buruk, alasan kemalasan, sampai kurang fokus menjadi salah satu tanda yang perlu Moms khawatirkan.

Memberikan banyak keluhan namun tidak memiliki saran yang membantu, bahkan guru tidak pernah berpikir jika cara mereka mengajar mereka adalah masalahnya adalah contoh lingkungan sekolah yang tidak baik.

5 dari 6 halaman

Guru yang temperamental

Ilustrasi anak sekolahIlustrasi anak sekolah © Shutterstock.com/Twinsterphoto

Tenaga pendidik yang kerap berteriak dan membentak anak-anak apapun situasinya adalah bukti konkrit jika mereka bukanlah tenaga pendidik yang baik. Guru yang kehilangan ketenangan bisa kapan saja menyerang anak-anak secara verbal atau bahkan melecehkan anak-anak.

Akibatnya, anak-anak akan mengalami kecemasan, kehilangan kepercayaan diri, tidak menyukai sekolah, bahkan murung dan mendapatkan traumatis di bangku sekolah lho, Moms.

6 dari 6 halaman

Guru yang suk mempermalukan siswanya di depan umum

ilustrasi anak sekolahilustrasi anak sekolah © Youtube / Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI

Guru yang benar-bener toxic akan sering memperlakukan atau bahkan merendahkan siswanya di depan kelas atau bahkan di depan umum. Misalnya, guru yang mempermalukan saat presentasi, seragam, bahkan aksen yang digunakan.

Guru yang seperti ini akan mendorong siswa lain untuk melakukan hal serupa, mengolok-olok, menggertakan, bahkan merundung teman yang tidak mereka sukai. Perilaku semacam ini bisa berdampak parah pada kesehatan mental dan batin anak.

Beri Komentar