Kisah Haru Tenaga Medis, Tak Dibolehkan Pulang sampai Diomel-omelin Pasien

Reporter : M. A. Adam Ramadhan
Rabu, 28 Oktober 2020 19:27
Kisah Haru Tenaga Medis, Tak Dibolehkan Pulang sampai Diomel-omelin Pasien
Apresiasi para tenaga medis, ya~

Sudah berapa lama? Pandemi masih belum juga berakhir. Banyak pihak yang dirugikan. Meski begitu, tenaga medis sampai saat ini masih menjadi garda depan melawan. Tentu, banyak kisah suka duka yang dilalui para petugas medis di tanah air.

Seperti Attar Muktadir dan Harni. Melansir dari Kompas.com, mereka merupakan perawat di Rumah Sehat Karantina Mandiri di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

 

1 dari 3 halaman

Sebagai seorang perawat pasien yang positif, tentu perasaan mereka berdua was-was dan khawatir akan terpapar. Begitu juga orang-orang terdekat. Attar Pun mengakui bahwa awalnya keluarga gak membolehkan dirinya pun karena mereka takut bakal tertular. Namun untungya setelahnya mereka bisa menerima.

Attar dan HarniAttar dan Harni © Kompas.com / Defriatno Neke

" Yang paling cemas adalah istri takut tertular. Namun setelah dibekali pelatihan menghindari terpapar virus sehingga rasa was-was sudah berkurang. Sekarang sudah tidak terlalu khawatir karena sudah mulai terbiasa dengan kegiatan ini," jelas Attar.

Belum lagi menghadapi pasien yang emosian. Attar pun harus menghadapinya dengan sabar dan penuh perhatian.

 

2 dari 3 halaman

" Pasien yang mau pulang ke rumah, namun belum diizinkan, jadi pasien marah-marah. Kalau ada yang marah-marah, kita komunikasikan dengan baik-baik dan kekeluargaan dan menjelaskan mereka menjadi mengerti," jelas Attar.

Harni pun juga mengalami hal yang sama. Awalnya keluarganya takut hingga tak dibolehkan pulang. Namun, setelah diberi pengertian, Harni bisa pulang.

" Keluarga takut. saya dilarang pulang ke rumah. Tapi kalau saya tidak pulang, saya mau pulang ke mana. Alhamdulillah, keluarga sekarang mengerti dan tidak takut lagi," ucap Harni.

 

Beri Komentar