© 2022 Freepik.com/prostooleh
Putus cinta memang menyakitkan, karenanya setiap orang akan mencari cara untuk mencari kesenangan. Termasuk, jika tiba-tiba merasa ada yang membuat nyaman dan seakan menemukan tempat baru untuk bersandar.
Kondisi menemukan orang baru ini menyenangkan memang. Tapi, jika putus cinta yang kamu alami saja belum terlalu lama dan ada orang baru masuk ke kehidupanmu, bisa jadi itu tanda kamu mengalami rebound relationship.
Kondisi tersebut seringkali terjadi dan secara singkat cukup membingungkan secara emosional. Mengingat, kamu yang baru saja mengalami putus cinta sebenarnya belum terlalu yakin akan apa yang kamu inginkan dan masih terbayang-bayang masa lalu.
Ilustrasi pasangan © 2022 freepik.com/gpointstudio
Dilansir dari Pyschology Today, rebound relationship diartikan sebagai hubungan yang terjalin dengan orang baru. Di mana ketika kamu baru saja putus dan belum benar-benar pulih (move on) dari patah hati di hubungan sebelumnya.
Kata yang lebih familier dengan ini adalah “ pelampiasan” atau “ pelarian”. Karena itu, dalam rebound relationship bisa saja belum ada rasa cinta atau sayang, melainkan pelampiasan atau rasa ingin balas dendam saja terhadap pasangan sebelumnya.
Rebound relationship ini dianggap dapat menjadi obat dan penghilang rasa sepi saat kita sedang down terhadap akhir suatu hubungan. Padahal, ini bentuk lain dari memaksakan sesuatu. Kondisi ini pun tidak sehat dan tidak baik apabila terus-menerus dilakukan.
Jika ini terjadi, tentu saja akan ada salah satu dari kalian yang akan merasa dirugikan. Banyak yang tidak menyadari tengah terjebak dalam kondisi rebound relationship, tapi tak jarang ada juga yang melakukannya dengan sengaja.
Ilustrasi Pasangan © 2019 https://www.diadona.id/parade.com
Seorang yang melakukan rebound relationship biasanya tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas dengan hubungannya. mereka tidak serius dalam menjalani hubungan, bahkan tidak ada niatan untuk mengajak Anda untuk kenal lebih dekat dengan keluarga dan teman-temannya. Dengan kata lain, mereka tak ingin ada komitmen dengan pasangan baru.
Si pelaku rebound relationship ini juga cenderung suka mengungkit masa lalu percintaanya. Mereka hanya mencari orang yang dapat memenuhi kebutuhan sosial, fisik, dan emosional mereka tanpa melandaskan cinta sebagai fondasi.
Kadang mereka hanya coba-coba saja untuk menghilangkan kegalauan karena putus cinta. Ketika dekat dengan orang baru mereka justru mulai merasa luka emosionalnya bisa disembuhkan sehingga mereka merasa kembali semangat menjalani kehidupan setelah putus cinta yang sulit.
Supaya tidak terjebak dalam kondisi rebound relationship, cobalah untuk mulai berdamai dengan keadaanmu sendiri. Maafkanlah luka di masa lalu dan manfaatkan waktu sebaik mungkin dengan hubunganmu yang baru.
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif
Bukan Sekadar Main-Main, Ini Panduan Santai Mengenal Fase Motorik Anak dan Cara Melatihnya

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif

Sah! Brisia Jodie dan Jonathan Alden Mengikat Janji di Katedral

Resmi Jadi Ibu, Vior Melahirkan Putri Pertama dengan Nama Cantik, Wajah Baby V Bikin Penasaran

Akhirnya Sah! Dara Arafah dan Rehan Mubarak Resmi Menikah di Tanah Suci

Amanda Manopo Umumkan Hamil Anak Pertama, Sara Wijayanto Siap Jadi 'Buyang'