Mengandung Bayi Berukuran Besar, Ini Hal yang Harus Moms Perhatikan!

Reporter : Mila Ismiranda
Kamis, 22 Juli 2021 16:57
Mengandung Bayi Berukuran Besar, Ini Hal yang Harus Moms Perhatikan!
Banyak ibu hamil yang mengandung bayi dengan ukuran besar.

Berat rata-rata bayi baru lahir sekitar 3,4 kg. Bayi dengan berat lebih dari 4 kg saat dilahirkan, dianggap bayi besar atau macrosomik. Kalau si kecil lahir besar dengan berat 4,5 kg atau lebih, maka si kecil memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Meskipun banyak ibu yang melahirkan bayi besar tanpa masalah, biasanya tetap membutuhkan bantuan cukup serius.

1 dari 5 halaman

Bagaimana Mengetahui Kemungkinan Bayi Lahir Besar?

Sulit menentukan apakah bayi akan lahir dengan macrosomik saat masih berada dalam kandungan. Dokter biasanya menduga bayi akan lahir besar saat ditimbang. Dengan pemindaian ultrasound bisa memberikan gambaran seberapa besar bayi sebenarnya. Akan tetapi, hal ini tidak selalu akurat di masa kehamilan.

Kalau ultrasound menunjukkan adanya kemungkinan bayi lahir besar, bidan atau dokter kandungan mungkin memantau kadar gula darah Moms. Hal tersebut untuk memastikan apakah Moms memiliki risiko diabetes gestasional.

2 dari 5 halaman

Alasan Bayi Bisa Berukuran Besar

Beberapa faktor penyebab bayi lahir besar antara lain:

  • Indeks massa tubuh (BMI) di awal masa kehamilan
  • Berat badan bertambah selama masa kehamilan
  • Bepergian lebih dari dua minggu melewati tanggal jatuh tempo
  • Berat badan naik drastis sebelum hamil atau tidak turun setelah kehamilan sebelumnya
  • Jika sebelumnya Moms pernah melahirkan bayi besar, maka kehamilan berikutnya juga cenderung memiliki bayi lahir besar.

3 dari 5 halaman

Risiko Melahirkan Bayi Besar

Melakukan proses melahirkan vaginal untuk bayi lahir besar cukup sulit dilakukan. Dibutuhkan waktu yang sedikit lebih lama saat melahirkan. Hal ini juga memperbesar kemungkinan Moms kehilangan darah parah setelah melahirkan.

Bayi lahir di atas berat 4,5 kg juga memiliki kemungkinan mengalami distosia bahu di saat lahir. Risiko juga semakin meningkat jika bayi lahir dengan berat lebih dari 5 kg.

Oleh karena itu, proses melahirkan secara caesar bisa membantu mengurangi risiko yang muncul pada kelahiran bayi dengan berat di atas rata-rata.

4 dari 5 halaman

Risiko Kesehatan pada Bayi Besar

Komplikasi yang dapat terjadi jika bayi terlalu besar adalah:

  • Kadar Gula Rendah
    Bayi yang didiagnosis dengan makrosomia lebih mungkin mempunyai kadar gula darah yang lebih rendah dari normal. Bayi besar biasanya dilahirkan dari seorang ibu yang menderita diabetes saat kehamilan (diabetes gestasional).
  • Bayi Obesitas
    Penelitian menunjukkan bahwa risiko obesitas meningkat karena berat bayi lahir juga meningkat. Bayi besar atau obesitas biasanya berasal dari ibu yang juga obesitas.
  • Sindrom Metabolik
    Kalau sang bayi didiagnosis dengan makrosomia, ia berisiko mengembangkan sindrom metabolik selama masa kanak-kanak. Sindrom metabolik merupakan sekelompok kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, tingginya kadar gula darah, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, atau kadar kolesterol tidak normal. Sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

5 dari 5 halaman

Mencegah Hamil Bayi Besar

Melansir Hallosehat, menurut Dr. Kristin Atkins, spesialis ibu dan bayi di University of Maryland School of Medicine, cara terbaik bagi perempuan untuk mencegah bayi besar adalah untuk memantau apa yang mereka makan dan mengendalikan diabetes jika mereka didiagnosis dengan diabetes saat kehamilan.

Semoga informasi di atas bisa bermanfaat ya!

Beri Komentar