Jangan Asal, Begini Pertolongan Pertama Luka Bakar yang Wajib Kamu Tahu!

Reporter : Bagus Prakoso
Jumat, 11 Juni 2021 15:20
Jangan Asal, Begini Pertolongan Pertama Luka Bakar yang Wajib Kamu Tahu!
Penanganan yang tepat saat pertolongan pertama bisa mencegah luka bakar makin parah.

Pertolongan pertama merupakan hal yang paling penting ketika seseorang mengalami kecelakaan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek luka sehingga bisa segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan yang lebih lanjut.

Namun, sering kali kita kurang memahami bagaimana pertolongan pertama itu dilakukan sehingga membuat luka semakin fatal.

Salah satu luka yang bisa saja terjadi pada kita adalah luka bakar. Lalu, gimana sih pertolongan pertama yang tepat pada luka bakar?

Melalui akun twitternya, pakar kesehatan Rizal Do membagikan pertolongan pertama luka bakar yang wajib diketahui.

1 dari 3 halaman

Jenis Luka Bakar

Ilustrasi ApiIlustrasi Api © unsplash.com/Aziz Acharki

Luka bakar yang cukup parah bisa berakibat fatal untuk manusia. Jika mendapat pertolongan yang salah, justru akan memicu hal yang lebih serius seperti amputasi, perluasan luka bakar, dan lain sebagainya.

Luka bakar sendiri, dijelaskan oleh Rizaldo di akun twitter @afrkml terbagi atas beberapa jenis berdasarkan penyebabnya.

Thermal Burns, merupakan luka bakar yang terjadi karena paparan suhu seperti api dan air panas. Chemical Burns, merupakan luka bakar yang disebabkan oleh paparan zat kimia. Kemudian Electrical burns, yakni luka bakar akibat aliran listrik.

2 dari 3 halaman

Pertolongan Pertama

Prinsip utamanya adalah mencegah perluasan luka bakar. Jika terjadi luka bakar karena api, Tidur telentang dengan posisi tubuh yang terbakar menghadap ke atas. Rasionalnya, karena api selalu membakar ke atas sehingga tidak membakar bagian tubuh lain.

" Selain itu, telentang dengan api menghadap ke atas mencegah api menyambar wajah," tulisnya.

Segera Padamkan Api. Jika tidak ada air, gunakan alternatif cairan yang tidak mudah terbakar, seperti susu dan lain sebagainya.

Jangan lari ketika api masih ada di tubuh/atau pakaian kalian. Lari hanya akan memperparah kobaran api.

Yang kedua adalah jangan bergulung-gulung. Hal ini kerap dilakukan oleh sebagian orang ketika api menyambar tubuh. Menggulung gulungkan tubuh justru menyebarkan api ke seluruh tubuh.

Ilustrasi Cuci TanganIlustrasi Cuci Tangan © unsplash.com/Nathan Dumlao

Air merupakan hal yang penting untuk meredakan dan mencegah luka bakar makin meluas. Guyur area luka bakar segera dengan air mengalir selama 10-20 menit. Ini bertujuan menetralkan suhu permukaan sehingga perluasan luka bakar bisa dihambat.

Penggunaan selain air, seperti aloe vera dan minyak aroma terapi boleh dilakukan setelah diguyur air dan luka bakar tak lebihd ari 5 cm.

Nah, aman gak sih menggunakan odol, minyak gas, tanah dan lain sebagainya? Hal ini menurut Rizal merupakan hal yang tak boleh dilakukan. Penggunaan bahan seperti oodol, mentega, minyak gas, tanah, bubuk, dan bahan-bahan aneh lainnya justru akan menghambat pemulihan. Selain itu, hal itu akan mengganggu pemeriksaan di rumah sakit, dan meningkatkan kontaminasi serta nyeri ketika luka bakar dibersihkan.

Yang perlu diperhatikan, apabila luas luka bakar melebihi 1 telapak tangan, kemungkinan korban perlu pertolongan medis. Setelah pengguyuran, tutup luka bakar dengan kain kassa steril atau kain bersih untuk menutupi seluruh area luka, tidak perlu dibasahi. Lalu segera bawa ke Rumah Sakit terdekat.

3 dari 3 halaman

Hal yang Perlu Diperhatikan

Jika luka bakar terjadi pada daerah muka, leher, persendian, dada, kemaluan, segera bawa ke Rumah sakit setelah melakukan pertolongan pertama.

Semakin luas luka bakar, semakin tinggi risiko dehidrasi yang dialami oleh korban.

Ilustrasi Luka BakarIlustrasi Luka Bakar © healthychildren.org

Nah, jangan memecah gelembung pada kulit yang terbakar. Hal ini justru akan membuat bakteri dan kuman masuk sehingga meningkatkan infeksi.

Baca selengkapnya di www.verywellhealth.com

Beri Komentar