Twitter Akan Batasi Penggunaan Fitur Retweet untuk Meminimalisir Isu Hoaks.

Reporter : Arif Mashudi
Senin, 12 Oktober 2020 11:01
Twitter Akan Batasi Penggunaan Fitur Retweet untuk Meminimalisir Isu Hoaks.
Kenapa nih?

Twitter memiliki fitur yang sepertinya menjadi satu-satunya pembeda dari aplikasi lain yaitu fitur retweet. Fungsinya adalah untuk membagikan tweet orang lain melalui akun kita.

Masalahnya, terkadang ada informasi yang dibagikan ulang, retweet, atau teruskan dapat berisi informasi yang salah. Ini dapat menyebabkan spekulasi, rumor hingga keresahan tersendiri.

1 dari 3 halaman

Atas alasan inilah Twitter akan melakukan pembatasan pada fitur Retweet-nya. Dalam agendanya membatasi retweet ini, Twitter akan mendorong pengguna untuk menambahkan komentar untuk memberikan konteks lebih banyak pada posting tersebut daripada hanya me-retweet secara langsung.

Namun, apa yang dilakukan Ywitter dalam membatasi retweet ini sifatnya hanya sementara. Sebenarnya,fitur ini ditujukan untuk meminimalisir info hoaks menjelang pemilihan presiden di USA.

Twitter Batasi Fitur RetweetTwitter Batasi Fitur Retweet © Engadget

2 dari 3 halaman

Selain itu, apa yang dilakukan Twitter dalam membatasi fitur retweet ini adalah membuat orang mempertimbangkan mengapa mereka akan membagikan sesuatu. Mereka harus memberikan alasan ataupun pendapatnya.

Twitter akan melakukan pembatasan retweet mulai tanggal 20 Oktober hingga hajatan pemilihan presiden di USA selesai.

Beri Komentar