© Blog.shi.com
Bagi kalian pengguna smartphone Android, sebaiknya lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan handphone. Bantuk-bentuk ransomware kini semakin masif beredar di masyarakat.
Baru-baru ini ditemukan sebuah ransomware jenis baru yang dapat menyalahgunakan fitur notifikasi incoming call atau panggilan masuk. Tidak hanya itu, ransomware tersebut mampu mengunci tombol Home sehingga smartphone tidak dapat digunakan.
Ransomware tersebut bernama AndroidOS/MalLocker.B, ransomware jenis ini dapat kamu dapatkan lewat aplikasi Android yang kamu download lewat forum online dan situs web pihak ketiga.
Ransomware MalLocker.B ini sebenarnya tidak benar-benar mengenkripsi file korbannya. Ransomware ini hanya mencegah korbannya untuk mengakses menu smartphone lainnya.
Setelah masuk, ransomware tersebut akan mengambil alih layar ponsel serta mencegah pengguna menutup catatan meminta tebusan.
Ilustrasi Hacker © unsplash.com/Nahel Abdul Hadi
Para hacker melancarkan aksi penipuan ini dengan cara berpura-pura sebagai petugas penegak hukum. Catatan yang tidak bisa ditutup itu merupakan aksi tipu-tipu dari para hacker yang menyamar menjadi penegak hukum.
Catatan tersebut akan menuliskan bahwa korban telah melakukan kejahatan dan harus membayar dengan dengan sejumlah uang tertentu.
" Varian ransomware mobile baru ini merupakan temuan penting, karena malware tersebut menunjukkan perilaku yang belum pernah terlihat sebelumnya,” jelas tim riset dan keamanan Microsoft di dalam blog perusahaan.
Dan ransomware yang menyamar sebagai denda palsu dari petugas kepolisian ini bukanlah hal baru. Ransomware seperti ini telah ada sejaka satu dekade lalu.
Samkin lama, ransomware ini dapat menyalahgunakan beragam fitur dengan fungsi sistem operasi Android agar korbannya terkunci di laman utama mereka.
Sebelumnya, pelaku kejahatan juga mengeksploitasi fitur System Alert atau menonaktifkan fungsi agar dapat berinteraksi dengan tombol ponsel.
Peneliti keamanan bernama White Ops mengatakan ada 240 aplikasi Android yang menampilkan out-of-context ads. Out-of-context ads adalah iklan yang muncul di luar aplikasi saat pengguna smartphonetidak membuka sebuah aplikasi.
Iklan seperti ini dapat muncul secara pop-up bahkan dapat full screen.
Ilustrasi Smartphone © unsplash.com/Selwyn van Haaren
Wah hati-hati ya gaes kalau mau instal aplikasi di smartphone. Instal-nya dari Play Store aja deh.
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda
Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif