© Asiatrend.org
Setiap orang tua punya kewajiban untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak. Salah satunya adalah dengan menyekolahkan anak setinggi mungkin agar mereka memperoleh lebih banyak ilmu dan pengalaman.
Namun beberapa di antara kita mungkin masih menjadikan nilai sekolah sebagai patokan untuk mengukur kemampuan anak. Bahkan mungkin masih banyak yang memaksa anaknya untuk giat belajar dan mendapatkan nilai bagus di sekolah.
Kenyataannya memang harus diakui kalau nggak ada orang tua yang ingin anaknya mendapatkan nilai jelek. Namun kita juga harus ingat bahwa nilai bagus ngga menjamin kesuksesan seorang anak.
Ilustrasi Anak Belajar Membaca © 2019 https://www.diadona.id/sassymamasg.com
Mitos tentang anak dengan nilai bagus bisa memperoleh kesuksesan di masa depan mereka memang telah tersebar sejak lama. Hal ini bahkan dipercayai begitu saja oleh banyak orang tua.
Dilansir dari Psychologytoday.com, sebuah penelitian yang dilakukan Charles W. Cole, presiden Amherst College, di tahun 1950 menunjukkan bahwa nilai di perguruan tinggi ternyata membuat prediksi yang buruk untuk kesuksesan di masa depan. Cole menemukan bahwa siswa yang punya nilai rata-rata atau bahkan di bawahnya justru sering kali naik ke puncak kesuksesan dalam bidang bisnis dan profesi lain.
ilustrasi anak belajar © Instagram / 2ng_zzang
Empat puluh tahun kemudian, Seymour Epstein, seorang profesor psikologi University of Massachusetts, menemukan bahwa hal itu disebut dengan kecerdasan pengalaman. Kecerdasan tersebut mencakup akal sehat, keterampilan sosial, penanganan emosi, dan kemampuan untuk memecahkan masalah yang sangat menentukan tingkat kesuksesan seseorang.
Epstein juga mengungkapkan bahwa sukses dalam hidup lebih banyak berkaitan dengan pikiran, pengalaman, atau kecerdasan praktis daripada kecerdasan nilai. Dia percaya bahwa orang yang menghadapi banyak masalah dan tantangan dalam hidupnya biasanya lebih sukses daripada mereka yang pintar secara kebetulan.
Ilustrasi Anak Bermain dengan Tetangga © shutterstock.com/stockbroker
Sementara itu, Ami Wong, mahasiswa tingkat dua di Duke University, melakukan pengamatan pada teman-temannya di tahun 2019. Dia menemukan bahwa ada lebih banyak kesuksesan di bidang lain yang akan membuka jalan menuju stabilitas keuangan dibandingkan dengan nilai akademis.
Bagi Ami, jika kita hanya menghargai kecerdasan akademis dan profesional saja, kita akan mengabaikan kecerdasan sosial, kreatif, dan emosional yang juga penting. Padahal kenyataannya keterampilan terakhirlah yang cenderung mengarahkan kita pada kesuksesan.
Gimana menurut kamu, Moms?
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda
Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif