Dampak Negatif Orang Tua Terlalu Memaksa Anak untuk Belajar

Reporter : Riza Umami
Jumat, 23 September 2022 21:20
Dampak Negatif Orang Tua Terlalu Memaksa Anak untuk Belajar
Ternyata ini dampaknya.

Sesuatu yang dipaksa tentu tidaklah enak. Begitu pula saat anak dipaksa harus belajar oleh orang tuanya supaya mendapatkan nilai bagus dan memperoleh peringkat tinggi di sekolah.

Memaksa anak untuk belajar sebenarnya hanya akan memberikan dampak negatif kepada buah hati. Paksaan itu justru menjadi bumerang untuk orang tua karena anak jadi makin malas untuk belajar.

Dilansir dari akun TikTok @1001tanyajawabparenting, berikut ini beberapa dampak buruk dari terlalu memaksa anak untuk belajar yang perlu orang tua ketahui.

1 dari 4 halaman

1. Anak Tak Tertarik Mengerjakan PR

Ilustrasi Anak BelajarIlustrasi Anak Belajar © shutterstock

Saat dipaksa untuk belajar, anak justru malah jadi semakin malas untuk belajar. Dia pun mungkin malah jadi gak tertarik mengerjakan PR. Padahal, kalau gak mengerjakan PR, nanti malah anak yang bisa dihukum di sekolah.

2 dari 4 halaman

2. Kehilangan Semangat untuk Sekolah

ilustrasi anak belajarilustrasi anak belajar © Instagram / 2ng_zzang

Kalau makin parah bukan tak mungkin anak jadi kehilangan semangatnya untuk sekolah. Bila sudah begini, biasanya buah hati cari-cari alasan terus supaya gak masuk sekolah seperti sakit, ada acara keluarga dan yang lainnya. Pasti Mom makin pusing kalau anak gak mau sekolah begini.

3 dari 4 halaman

3. Anak Jadi Tertekan sampai Susah Tidur

ilustrasi anak belajarilustrasi anak belajar © Shutterstock

Ketika anak terus-terusan dipaksa belajar, lama-kelamaan ia mungkin akan merasa semakin tertekan. Hal ini pun bisa membuat anak jadi stres bahkan mungkin ia sampai mengalami insomnia atau susah tidur. Kalau sudah begitu, rutinitasnya pasti jadi terganggu.

4 dari 4 halaman

4. Buah Hati Jadi Susah Fokus dan Merasa Gak Sanggup Belajar

Ilustrasi Anak BelajarIlustrasi Anak Belajar © https://www.shutterstock.com/g/chungyam

Karena anak tertekan dipaksa belajar terus, ia mungkin jadi susah untuk fokus. Hal ini pun makin membuat anak kesulitan saat belajar bahkan mungkin kalau makin parah, si anak merasa sudah gak sanggup lagi belajar.

Beri Komentar