Cara Tepat Gunakan Konsekuensi untuk Mendisiplinkan Anak

Reporter : Audila Rima Ndani
Jumat, 18 Juni 2021 08:37
Cara Tepat Gunakan Konsekuensi untuk Mendisiplinkan Anak
Menjelaskan konsekuensi agar anak lebih disiplin.

Mengajarkan anak tentang kedisiplinan akan sangat berguna bagi mereka di masa depan. Namun hal ini bukan merupakan hal yang mudah dilakukan oleh orang tua.

Banyak orang yang masih melakukan kesalahan saat mengajarkan kedisiplinan pada anak. Membuat anak disiplin bukan berarti menjadi orang tua yang keras dan suka menghukum.

Menghukum anak dengan keras hanya akan memberikan trauma pada mereka. Yang perlu kita lakukan adalah mengajarkan mereka tentang konsekuensi.

Dilansir dari Raising Children berikut cara tepat menggunakan konsekuensi untuk membuat anak disiplin.

1 dari 4 halaman

Sesuaikan Konsekuensi

Ilustrasi RemajaIlustrasi Remaja © shutterstock

Menyesuaikan konsekuensi dengan tindakan yang telah dibuat anak akan membuat mereka ikut berpikir tentang masalah yang dilakukannya. Selain itu, hal ini juga akan membuat kita menjadi lebih adil pada anak.

Misalnya, jika anak pulang terlambat dari waktu yang telah disepakati, kita bisa menanyakan dulu alasan dari tindakan tersebut. Dengan begitu kita bisa menentukan konsekuensi yang tepat untuk mereka.

2 dari 4 halaman

Ajak Anak Bekerjasama

ilustrasi remajailustrasi remaja © Shutterstock.com

Cara ini bertujuan untuk membantu anak memahami perspektif kita sebagai orang tua. Mereka perlu belajar untuk menerima konsekuensi dari apa yang telah mereka perbuat.

Hal ini juga membantu anak memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Tindakan yang benar akan memberikan konsekuensi positif sementara tindakan yang salah akan membuatnya mendapat konsekuensi negatif.

3 dari 4 halaman

Buat Anak Berpikir

Ilustrasi RemajaIlustrasi Remaja © https://www.shutterstock.com/g/lunavandoorne

Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan konsekuensi berupa menghilangkan sesuatu yang anak sukai. Hal ini nggak perlu dilakukan terlalu lama agar konsekuensi menjadi efektif.

Misalnya jika anak senang pergi ke rumah teman di akhir pekan, kita bisa menghilangkan hal itu sebagai konsekuensi saat anak melakukan kesalahan. Dengan begitu, anak bisa mempertimbangkan apakah kehilangan hal itu sepadan dengan tindakan buruk yang akan dilakukannya.

4 dari 4 halaman

Komunikasi dan Refleksi Diri

ilustrasi remajailustrasi remaja © pixabay.com

Penting untuk menjelaskan dengan tenang dan jelas tentang masalah yang terjadi pada anak. Jelaskan sikap anak saat mereka nggak mematuhi aturan dan memberinya pemahaman bahwa konsekuensi harus diterapkan setelah disepakati.

Hal ini dilakukan untuk mendorong anak mulai berpikir tentang perilakunya sendiri. Tindakan refleksi diri ini akan memberikan manfaat bagi anak di masa depan.

Semoga informasi ini membantu ya!

Beri Komentar