7 Cara untuk Mengajari Anak Agar Hidup Bahagia dan Sukses di Masa Depan

Reporter : Kurnia
Senin, 29 November 2021 15:08
7 Cara untuk Mengajari Anak Agar Hidup Bahagia dan Sukses di Masa Depan
Kesuksesan anak-anak dimulai sejak dini, sukses bukan hanya untuk orang kaya ya, Moms

Moms, tahu nggak sih jika memberikan pengalaman bahagia dan menerapkan hidup sehat pada anak-anak menjadi salah satu jalan menuju kesuksesan bagi anak-anak?

Spekulasi ini menimbulkan banyak pertanyaan bagi banyak orang tua tentang bagaimana cara yang tepat untuk membesarkan anak-anak agar hidup bahagia. Sebenarnya Moms, bukan hanya tentang materi untuk membahagiakan anak-anak atau memberikan kesenangan atau apapun yang membuat anak-anak merasa puas.

1 dari 7 halaman

Justru sebaliknya Moms, anak-anak yang bahagia adalah mereka yang memiliki skill yang memungkinkan kehidupannya kelak bahagia karena menikmatinya. Anak-anak yang mendapatkan apapun secara instan tidak akan memiliki ketrampilan dan akan menjadi kebiasaan buruk seumur hidupnya.

Lantas, bagaimana sih cara membesarkan anak-anak dengan bahagia untuk mendukung kesuksesannya di masa depan?

Dilansir dari laman verywellfamily.com, berikut ini adalah beberapa cara dan tips yang bisa Moms gunakan untuk membuat anak-anak tumbuh dengan bahagia dan sukses di masa depan.

2 dari 7 halaman

Ajak barmain di luar ruangan

Keluarga bahagiaKeluarga bahagia © Shutterstock.com

Aroma alam, pemandangan, hijaunya tumbuhan, dan birunya langit memberikan dorongan kebahagiaan bagi setiap orang. Hal tersebut juga berlaku kepada anak-anak.

Bermain di luar ruangan juga dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak. Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam  Journal of Science and Medicine in Sport  menemukan bahwa anak-anak yang meningkatkan waktu bermain mereka di luar meningkatkan empati, keterlibatan, dan pengendalian diri mereka yang merupakan keterampilan sosial yang penting lo, Moms.

3 dari 7 halaman

Batasi waktu dengan gadget

Berikan batasan waktu bermain gadget pada anak-anak ya, Moms. Jika dia memiliki smartphone, batasi aksesnya saat Moms sedang melakukan aktivitas keluarga, mengendarai mobil, atau saat dia bermain di luar. Dan tetapkan pedoman yang jelas tentang berapa banyak waktu yang bisa dia habiskan untuk menonton TV dan menggunakan komputer.

4 dari 7 halaman

Ajari bersyukur

Sebuah  studi tahun 2012 tentang rasa syukur menemukan bahwa orang yang bersyukur menikmati hubungan yang lebih baik dan itu bisa menjadi kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia. Salah satu cara terbaik untuk membantu anak-anak menjadi benar-benar bersyukur adalah dengan Moms dan Daddy mencontohkan rasa syukur.

Jadikan kebiasaan keluarga untuk membicarakan hal-hal yang Moms syukuri. Identifikasi tiga hal yang perlu disyukuri di meja makan atau bicarakan tentang apa yang Moms syukuri sebelum tidur. Ini akan membantu si kecil belajar mencari hal-hal yang dapat mereka syukuri dalam kehidupan sehari-hari mereka.

5 dari 7 halaman

Memiliki harapan tinggal yang wajar

Keluarga bahagiaKeluarga bahagia © Shutterstock.com

Harapan Moms memiliki dampak besar pada kemauan anak-anak untuk menantang dirinya sendiri. Anak-anak Moms akan bekerja keras untuk memenuhi harapan orang tua mereka selama harapan Moms dan Daddy cukup masuk akal.

Studi menunjukkan ketika orang tua memiliki harapan akademis yang tinggi dari anak-anak mereka, anak-anak berprestasi lebih baik di sekolah dan mereka bertahan lebih lama dalam tugas-tugas sulit. Harapan yang tinggi juga terkait dengan ketahanan skolastik dan sosial.

6 dari 7 halaman

Ajari mengendalikan diri

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan  Journal of Personality  menemukan bahwa orang dengan kontrol diri yang lebih baik melaporkan suasana hati yang lebih baik. Menariknya Moms, bagaimanapun para peneliti mencatat bahwa orang dengan kontrol diri yang lebih baik juga tidak menempatkan diri mereka dalam situasi yang menggoda sesering orang lain. Mereka pada dasarnya mengatur diri mereka sendiri untuk bahagia.

Moms bisa mulai mengajari anak-anak tentang disiplin diri sejak usia dini. Pada saat yang sama, ajari dia untuk tidak mengelilingi dirinya dengan terlalu banyak godaan. 

7 dari 7 halaman

Hindari memanjakan anak-anak secara berlebihan

Membelikan anak-anak banyak hadiah pada hari libur atau memberikan semua yang dia inginkan tidak akan benar-benar membuatnya bahagia. Faktanya, terlalu memanjakan anak-anak sebenarnya dapat merusak kesejahteraan psikologis mereka.

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu dimanjakan cenderung mengalami perasaan tidak puas kronis. Mereka mungkin berjuang untuk mengidentifikasi perbedaan antara keinginan dan kebutuhan dan akibatnya, mereka mungkin berpikir kebahagiaan berasal dari barang-barang materi.

Beri Komentar