© Shutterstock.com/g/Ginnyyj
Dalam suatu hubungan asmara, pasti pernah ditemukan kondisi di mana salah satu pihak menuntut sesuatu pada pihak lainnya. Kadang, ada yang memenuhi tuntutan tersebut, namun ada pula yang menghindari atau menolaknya.
Dalam sebuah penelitian, menghindari atau bahkan menolak tuntutan pasangan sebenarnya nggak selalu bermakna negatif. Apalagi untuk pasangan yang berpenghasilan rendah, mengabaikan tuntutan pasangan justru bisa menyelamatkan hubungan.
Melansir dari Science Daily, sebuah penelitian pernah dilakukan pada tahun 2018 oleh Jaclyn M. Ross, MA, dari University of California, Los Angeles, bersama teman-temannya. Studi ini lantas dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology.
Penelitian ini dilakukan Ross selama 18 bulan dengan melibatkan 515 pasangan menikah. 40% dari responden merupakan pasangan dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, sedangkan sisanya berada pada tingkat ekonomi menengah ke atas. Penelitian ini berfokus pada istri sebagai pihak yang memberi tuntutan, dan suami sebagai pihak yang menarik diri (mengabaikan/menolak tuntutan).
Dalam penelitian tersebut, terungkap jika mengabaikan pasangan terkadang bisa mempertahankan harga diri serta mengurangi tekanan mengenai situasi keuangan dalam suatu hubungan. Namun hal itu hanya berlaku bagi pasangan dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Ilustrasi Mengabaikan Pasangan © shutterstock.com/g/ageevphoto
Untuk pasangan dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, perilaku serupa justru bisa menyebabkan gesekan dalam hubungan. Bisa dibilang, perilaku umum ini akan bermanfaat bagi sejumlah pasangan, namun justru bisa berbahaya bagi pasangan lainnya.
Dampak berbeda pun ditunjukkan saat pihak suami mengabaikan tuntutan/permintaan istri. Pada keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, sikap pengabaian ini tidak mengganggu kestabilan hubungan. Namun pada keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, terjadi penurunan kestabilan hubungan akibat penolakan atau pengabaian tuntutan.
Sebenarnya, bagi pasangan kaya, mereka memiliki akses lebih terhadap sumber daya untuk bisa mengatasi masalah (dengan menuruti permintaan pasangan). Namun ketika harapan itu tidak terpenuhi, keretakan hubungan akan terjadi dan memperburuk masalah yang sudah ada.
Kunci untuk mengatasi sikap menuntut atau mengabaikan pihak lain ada pada komunikasi. Komunikasi yang tepat bisa membantu hubungan jadi lebih bahagia dan menciptakan lingkungan yang sehat dalam suatu pernikahan. Komunikasi ini nggak hanya berefek pada hubungan suami istri, namun juga pada anak-anak.
Sesekali mengabaikan atau tidak menuruti permintaan pasangan itu sah-sah aja kok, tapi ada baiknya jika dijelaskan juga kenapa permintaan tersebut ditolak. Dengan keterbukaan, kesalahpahaman dan gesekan dalam hubungan bisa dihindari.
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet