© Https://kompas.com/
Indonesia kembali meraih prestasio di kancah Internasional. Dalam Harbin International Snow Sclupture Competition yang dilaksanakan pada tanggal 11-13 Januari 2020 di Harbin, Cina. Dua tim yang mewakili Indonesia ini berhasil membawa 2 penghargaan dari masing-masing tim.
Dilansir dari KapanLagi(18/01) Indonesia mengirimkan dua tim yang bernama Tim Indonesia 1 yang di dalamnya ada I Nyoman Sungada, I putu Andre Putra Yoga, Eka Budi Ariadee dan I Made Sumerta yang memahat patung pengantin Bali dan memenangkan piala kategori Best Skill. Sedangkan Tim Indonesia 2 terdiri dari I ketut Suaryana, I Made Mardiawan, I Komang Karim dan Ikadek Arya Undiyana yang memahat patung frog surfing dan memenangkan piara kategori excellent.
Ternyata Tim Indonesia 1 dan Tim Indonesia 2 sudah pernah mengikuti lomba pahatan salju di berbagai Negara. Walaupun Indonesia tidak memiliki salju, para pemahat asal Bai ini bisa menunjukkan kemampuan mereka sampai akhirnya menjadi juara.
Memahami karakter masing-masing dan berbagi tugas disebut sebagai kunci kemenangan dari perlomban ini. " Chemistry sudah ada. Tinggal menyamakan visi dan strategi. Karena baloknya akan besar. Jadi kita bikin miniatur kecil dari gabus. Pengerjaanya kita dari samping, jadi seperti membuat tangga untuk kemudian pelan-pelan naik ke atas" ujar I Ketut Suaryana dalam kompas.com.
Tim Pemahat Indonesia © https://kompas.com/
Harbin International Snow Sclupture Competition merupakan festival yang sudah diadakan sejak tahun 2001. Festival ini sekarang menjadi salah satu dari empat festival salju terbesar di Dunia.
Pada tahun ini, Harbin International Snow Sclupture Competition daidakan pada tanggal 10-13 januari dan pemahat diberi waktu selama 3,5 hari utnuk menyelesaikan karyanya. Setelah kompetisi berlangsung, pahatan tersebut akan dipamerkan untuk umum sampai tanggal 25 Januari mendatang.
Festival yang diikuti oleh 10 negara ini juga didatangi oleh turis dari berbagai belahan dunia. Hal ini yang menyebabkan pemahat Indonesia membuat patung dengan tema Bali untuk memperkenalkan buaya negri ini.
Sebelum melakukan eksekusi membuat patung di salju, pemahat Indonesia berlatih menggunakan gabus. Selain itu, selama satu bulan mereka berlatih di dalam kulkas untuk menghadapi suhu dingin.
" Kami mempersiapkan mental dan fisik di dalam kulkas selama seharian penuh karena harus berada dikonsisi fisik terbaik ketika berkompetisi" kata I Nyoman Sungada dalam TheJakartaPost.com
Pastinya banyak usaha yang dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik. Selamat untuk Tim pemahat Indonesia, semoga selalu membanggakan!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif
Bukan Sekadar Main-Main, Ini Panduan Santai Mengenal Fase Motorik Anak dan Cara Melatihnya

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif

Sah! Brisia Jodie dan Jonathan Alden Mengikat Janji di Katedral

Resmi Jadi Ibu, Vior Melahirkan Putri Pertama dengan Nama Cantik, Wajah Baby V Bikin Penasaran

Akhirnya Sah! Dara Arafah dan Rehan Mubarak Resmi Menikah di Tanah Suci

Amanda Manopo Umumkan Hamil Anak Pertama, Sara Wijayanto Siap Jadi 'Buyang'