Nggak Pernah Ngobrol Sama Lawan Jenis Gara-gara Minder, Mending Hadapi atau Mundur?

Reporter : Firstyo M.D.
Kamis, 10 Februari 2022 18:40
Nggak Pernah Ngobrol Sama Lawan Jenis Gara-gara Minder, Mending Hadapi atau Mundur?
Curahan hati seorang Diazens yang selalu overthinking saat harus berkomunikasi dengan lawan jenisnya karena suatu trauma

Halo Dokter Dona, salam kenal. Saya Fian. Izinkan saya curhat tentang masalah saya ya. Dibaca aja boleh, tapi kalau sampai dibalas bakal lebih senang lagi.

Jadi, masalah yang saya alami sekarang itu saya takut untuk bersosialisasi secara langsung, terutama dengan cewek di sekitar saya. Kalau ngobrol sama cewek, di otak saya selalu muncul pikiran kayak 'Dia pasti benci ngobrol sama saya nih, nge-judge nih pasti di pikirannya', gitu. Kalaupun ngobrol, saya juga nggak tahu bakal bahas topik apa sama dia. Kalau saya ingat lagi, kayaknya ini bisa kejadian gara-gara dulu pernah sekali nembak cewek, terus ditolak dengan cara yang bikin minder sampai sekarang.

Apa Dokter Dona ada solusi buat saya? Mohon bantuannya, terima kasih.

1 dari 5 halaman

Tanggapan Dokter Dona

Hai Fian. Terima kasih ya sudah berkenan menceritakan masalahmu ke Dokter Dona. Tentu Dokter Dona akan senang membantu Fian.

Berdasarkan pengamatan singkat dari permasalahan yang Fian ceritakan, Dokter Dona merasa cukup salut karena sebenarnya kamu punya kemampuan untuk mempereteli masalah. Entah sadar atau nggak, kamu sebenarnya sudah tahu apa akar permasalahannya, yakni dari rasa trauma karena pernah ditolak dengan cara yang mungkin kurang baik, yang akhirnya bikin kamu minder sampai sekarang.

Tahu akar permasalahan adalah langkah awal yang sangat baik untuk mencari solusi.

2 dari 5 halaman

Faktor trauma yang Fian rasakan bisa jadi merupakan salah satu faktor utama kenapa kamu takut bersosialisasi dengan lawan jenis. Nggak ada yang tahu pasti bagaimana cara menyembuhkannya dan kapan waktu yang tepat untuk hal tersebut selain kamu sendiri. Tentu bantuan orang lain juga akan sangat bermanfaat, namun kehadiran mereka hanya akan sebatas membuka jalan atau mendampingi. Pasalnya, penyembuhan luka masa lalu nggak bisa dilakukan dengan cara terpaksa. Waktu paling tepat untuk menyembuhkannya adalah ketika kamu siap.

3 dari 5 halaman

Ilustrasi kecanggunganIlustrasi kecanggungan © Universal Pictures

Selanjutnya kita bahas masalah ketakutanmu akan kegiatan mengobrol dengan lawan jenis. Ada dua poin penting yang Fian sampaikan tentang dari mana munculnya rasa takut tersebut; pertama karena takut di-judge, kedua karena bingung topik apa yang mau diobrolkan. Mari kita bedah satu per satu.

Kamu mengatakan kalau penyebab takut ngobrol dengan lawan jenis adalah karena muncul pikiran akan dibenci dan di-judge oleh lawan jenis. Sebenarnya hal ini sangat berlawanan karena kamu takut di-judge, tapi kenyataannya kamu juga lah yang berlaku judgmental terhadap dirimu sendiri. Kamu sudah ngasih stempel ke lawan bicara kalau dia bakal benci saat ngobrol sama kamu, padahal kenyataannya juga belum tentu demikian. Percayalah, sesuatu yang muncul di pikiranmu itu sebenarnya adalah pantulan rasa takut yang kamu rasakan, yang kemudian kamu tempelkan ke orang lain.

Lawan bicaramu belum tentu benar-benar benci saat ngobrol sama kamu, kamu cuma takut, lalu menganggapnya demikian. Saking takutnya sampai-sampai hal tersebut terasa seperti kenyataan.

4 dari 5 halaman

Lalu kamu juga bilang kalau mengalami kebingungan dalam memilih topik obrolan. Hal ini juga pasti akan dialami oleh banyak orang yang nggak terbiasa untuk bercakap-cakap. Ibarat kata nggak pernah olahraga, tiba-tiba main badminton 47 menit, kalau sampai kram ya pasti wajar. Sama seperti olahraga, bagi beberapa orang mengobrol pun butuh pemanasan.

Caranya? Cobalah mulai dari membangun obrolan kecil dengan orang-orang yang nggak kamu kenal seperti barista kafe, kasir minimarket, atau driver ojol. Tanyakan hal-hal simpel yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Ini akan melatihmu untuk menggali seseorang dan memunculkan topik yang bisa dibahas dengan panjang. Pemilihan lawan bicara juga bukan tanpa maksud. Memilih orang asing sebagai lawan bicara akan memudahkanmu untuk 'kabur' saat obrolan tak sesuai harapan. Kamu kehabisan topik? Tinggal bayar lalu pergi. Toh kemungkinan untuk bertemu lagi juga bakal kecil, jadi beban pikiran untuk 'takut dibenci' juga bakal terasa lebih ringan kan?

Untuk membuatmu makin pede, kamu bisa banyak-banyak membaca dan menonton apapun yang bisa dibaca dan ditonton untuk menambah referensimu. Baca dan nonton apapun yang sedang update ibarat belanja wawasan untuk 'dijual lagi' saat kamu ngobrol nanti. Apapun yang kamu lakukan saat ini--entah menekuni hobi, sekolah, atau bekerja--sebenarnya juga merupakan modal yang berharga untuk diceritakan, kok. Jadi jangan takut kehabisan bahan ya.

Beri Komentar