© Shutterstock
Di akhir masa kehamilan, biasanya muncul rasa takut yang mungkin terjadi karena membayangkan proses persalinan dan melahirkan. Hal ini benar-benar normal, karena Moms tidak dapat meramalkan apa yang akan terjadi.
Tapi, rasa takut ini sebaiknya jangan dibiarkan terus karena bisa membuat Moms stres dan menghambat persalinan. Alih-alih khawatir, Moms bisa mengisi waktu dengan menyiapkan tas untuk bersalin atau berkonsultasi dengan dokter mengenai proses persalinan nanti.
Kalau intervensi medis adalah pilihan terakhir Moms, diskusikan dengan dokter yang akan membantu saat persalinan nanti. Tapi, tetaplah berpikiran terbuka kalau pada akhirnya Moms harus menerima intervensi medis. Ini perlu dilakukan demi keselamatan bayi, jadi Moms tidak perlu merasa gagal atau bersalah.
Teknik pernapasan, relaksasi, dan visualisasi bisa membantu mengatasi nyeri kontraksi. Cobalah kursus hypnobirthing untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknik pernapasan, relaksasi, dan visualisasi.
Tarik napas ke dalam perut, rasakan perut naik, lalu lanjutkan hingga ke tulang rusuk, rasakan itu mengembang ke luar dan ke atas. Saat tulang rusuk benar-benar mengembang, tarik napas sedikit lagi lalu rentangkan ke pangkal leher, sambil mengangkat tulang selangka dan bahu.
Buang napas untuk mengendurkan leher bagian bawah, rasakan tulang selangka dan bahu turun, sebelum membiarkan tulang rusuk rileks, ke bawah dan ke dalam dan perut turun, coba tanpa tekanan untuk memungkinkan diafragma mendorong ke arah dada untuk mengosongkan paru-paru sepenuhnya.
Meskipun membutuhkan waktu dan banyak energi, mendorong bayi keluar adalah bagian yang paling memuaskan dari proses persalinan. Di sela-sela rasa sakit yang dirasakan, bayangkan bahwa Moms akan segera bertemu dengan si Kecil.
Moms bisa mendorong dengan lembut karena mendorong secara paksa pada waktu yang salah dapat menimbulkan risiko. Mempersiapkan diri dengan berbagai info mengenai teknik mendorong dapat membantu mengatasi rasa takut.
Robekan pada vagina biasanya sembuh dengan cepat dan tidak selalu membutuhkan jahitan. Jahitan biasanya dilakukan dengan anestesi lokal dan rasa sakit atau tidak nyaman bisa dikurangi dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit.
Moms bisa memijat perineum sebelum persalinan untuk mengurangi risiko robekan.
Komplikasi yang mengancam jiwa biasanya jarang terjadi. Tapi, sebagai tindakan pencegahan, perbanyak diskusi dengan dokter. Moms juga bisa mengikuti kelas persiapan melahirkan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai komplikasi persalinan.
Itu tadi beberapa tipsnya Moms. Oleh karena itu, persiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, untuk menghadapi persalinan.
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif
Bukan Sekadar Main-Main, Ini Panduan Santai Mengenal Fase Motorik Anak dan Cara Melatihnya

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif

Sah! Brisia Jodie dan Jonathan Alden Mengikat Janji di Katedral

Resmi Jadi Ibu, Vior Melahirkan Putri Pertama dengan Nama Cantik, Wajah Baby V Bikin Penasaran

Akhirnya Sah! Dara Arafah dan Rehan Mubarak Resmi Menikah di Tanah Suci

Amanda Manopo Umumkan Hamil Anak Pertama, Sara Wijayanto Siap Jadi 'Buyang'