Sering Tidak Moms Disadari, Kenali Penyebab dan Ciri Keguguran Diam-diam (Silent Miscarriage)

Reporter : Mila Ismiranda
Kamis, 14 Juli 2022 10:57
Sering Tidak Moms Disadari, Kenali Penyebab dan Ciri Keguguran Diam-diam (Silent Miscarriage)
Penting untuk disimak ya.

Keguguran diam-diam (silent miscarriage) terjadi saat janin mati, tapi tubuh Moms tidak mengalami gejala keguguran umum seperti nyeri, keluar cairan dari vagina, atau perdarahan tiba-tiba. Hasilnya, plasenta masih mungkin untuk terus memproduksi hormon.

Tubuh Moms akan tetap mengirimkan sinyal kehamilan yang normal. Tapi, kalau kadar hormon sudah mulai berkurang, tanda-tanda kehamilan normal pun akan turut menghilang secara perlahan. Payudara mungkin akan terasa lebih lunak, atau gejala mual muntah saat hamil akan terhenti sebelum waktunya.

1 dari 5 halaman

Penyebab Keguguran Diam-diam (Silent Miscarriage)

Keguguran diam-diam biasanya didiagnosis saat pemeriksaan kandungan rutin, di mana dokter gagal mendeteksi denyut jantung janin. Meskipun dokter tidak selalu bisa menentukan dengan pasti alasan keguguran mendadak, ada beberapa penjelasan yang memungkinkan.

Erika Nichelson, D.O, dokter kandungan di Family Childbirth and Children’s Center at Mercy Medical Center Baltimore, mengatakan bahwa masalah kromosom adalah penyebab paling umum.

Pemindaian USG akan menunjukkan kondisi embrio yang tidak berkembang sama sekali dan kantung kehamilan yang kosong. Kondisi ini disebut blighted ovum (kehamilan kosong). Atau, embrio sudah mulai berkembang, tapi berhenti tumbuh tiba-tiba.

Meskipun begitu, kebanyakan dokter masih ragu untuk menjatuhkan vonis keguguran diam-diam kalau hanya didasari oleh absennya detak jantung saat USG.

2 dari 5 halaman

Di usia kehamilan tua, keguguran diam-diam mungkin terjadi akibat suatu infeksi, seperti parvovirus atau rubella. Kalau dokter berpendapat bahwa penyebab keguguran Moms adalah salah satu dari faktor eksternal tersebut, dokter akan meminta untuk menjalani tes darah untuk mengecek kemungkinan toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex (TORCH).

Tes darah nantinya akan mendeteksi lebih lanjut adanya infeksi dan mungkin akan memberikan jawaban dari masalah Moms.

3 dari 5 halaman

Apa yang Harus Moms Lakukan?

Diskusikan dengan dokter mengenai segala kemungkinan beserta risikonya. Langkah-langkah yang mungkin direkomendasikan, termasuk:

  • Biarkan keguguran berjalan secara alami. Mungkin Moms akan membutuhkan waktu untuk memahami apa yang terjadi atau merenung dan berkabung atas kehilangan itu.
  • Percepat jalannya keguguran dengan bantuan obat-obatan. Dokter bisa merekomendasikan Moms untuk mengonsumsi Cytotec (misoprostol) yang akan membantu rahim berkontraksi dan meluruhkan jaringannya.
  • Jalani kuret, alias cuci rahim. Kalau usia kehamilan Moms saat mengalami keguguran sudah melebihi 12 minggu, janin mungkin akan lebih sulit untuk dikeluarkan. Oleh karena itu dokter biasa menyarankan kuret.

4 dari 5 halaman

Apakah Masih Bisa Hamil Lagi?

Kalau seorang wanita pernah mengalami keguguran, ia akan memiliki satu persen peluang lebih rendah (sekitar 80%) kehamilan normal yang sukses di masa depan daripada wanita yang belum pernah mengalami keguguran sebelumnya.

Kalau seorang wanita mengalami dua kali keguguran dalam hidupnya, kesempatan untuk hamil yang sukses di masa depan berkurang hingga 72%.

Keguguran dini adalah hal yang umum. Keguguran diam-diam terjadi pada 20 persen kehamilan, atau satu dari lima ibu, dalam trimester pertama masa kehamilan. Jadi, jangan menyalahkan diri sendiri atas keguguran yang dialami ya, Moms.

Beri Komentar