Apakah Janin Bisa Merasa Kedinginan dan Kepanasan di Dalam Kandungan?

Reporter : Mila Ismiranda
Selasa, 14 September 2021 15:57
Apakah Janin Bisa Merasa Kedinginan dan Kepanasan di Dalam Kandungan?
Bikin Moms bertanya-tanya nih.

Kehamilan adalah salah satu momen yang dinanti-nantikan oleh banyak wanita. Penting untuk menjaga kehamilan sebaik mungkin agar ibu dan janinnya tetap sehat sampai hari persalinan tiba.

Beberapa ibu hamil mungkin sangat menghindari cuaca ekstrem seperti kepanasan, entah itu terlalu lama di bawah terik matahari atau mandi air panas, supaya janinnya tidak ikut kepanasan. Sebaliknya, ada juga ibu hamil yang menghindari cuaca dingin atau mandi air dingin agar janin tidak kedinginan.

Lantas, apakah di dalam kandungan sang janin bisa merasakan panas atau dingin? Mari simak jawabannya di bawah ini.

1 dari 4 halaman

Janin Bisa Merasa Dingin atau Panas di Dalam Kandungan?

Perlu diketahui bahwa suhu tubuh manusia sebetulnya akan tetap normal meskipun cuaca di luar sedang panas atau dingin. Sementara itu, suhu janin biasanya akan mengikuti suhu tubuh ibunya. Jadi, kalau suhu tubuh Moms tetap normal, maka suhu janin pun juga akan tetap normal.

Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui dengan jelas apakah janin juga bisa merasakan kepanasan dan kedinginan atau tidak. Tapi, hal ini diduga ada hubungannya dengan kondisi kesehatan ibu.

2 dari 4 halaman

Gawat Janin

Ketika Moms terkena demam, suhu janin bisa mengalami peningkatan atau terkena demam yang sama. Demam tinggi saat hamil bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena infeksi cairan ketuban atau chorioamnionitis.

Melansir Very Well Family, chorioamnionitis bisa terjadi ketika ada bakteri yang berhasil masuk dan menginfeksi lapisan korion (membran luar), amnion (selaput ketuban), dan cairan ketuban yang mengelilingi janin. Jika Moms mengalami infeksi ketuban, maka janin bisa mengalami stres. Secara medis, hal ini disebut gawat janin (fetal distress).

Saat terjadi gawat janin, janin dalam kandungan tidak mendapatkan cukup oksigen dari ibunya. Akibatnya, detak jantung bayi jadi tak beraturan dan mengalami peningkatan.

Nah, peningkatan detak jantung inilah yang sering dianggap bahwa janin sedang terkena demam atau kepanasan.

3 dari 4 halaman

Hipotermia

Sementara, suhu tubuh Moms yang menurun drastis secara tiba-tiba bisa menyempitkan pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah yang mengandung oksigen gagal diantarkan sampai ke tubuh janin, sehingga janin kekurangan oksigen.

Jika Moms terus dibiarkan dalam keadaan hipotermia, maka janin dalam kandungan bisa tumbuh cacat atau bahkan meninggal dalam kandungan.

4 dari 4 halaman

Kesimpulan

Jadi singkatnya, ibu hamil yang merasakan kepanasan atau kedinginan biasa tidak akan berdampak apa pun pada bayi dalam kandungannya.

Kecuali jika Moms mengalami kepanasan atau kedinginan yang ekstrem, ini baru bisa berdampak fatal bagi bayi dan perlu segera ditangani.

Jadi paham ya, Moms. Semoga informasi ini bermanfaat!

Beri Komentar