Jari Terasa Kaku Saat Mengetik, Waspada dengan Tanda Terjadinya Trigger Finger

Reporter : Firstyo M.D.
Selasa, 2 Maret 2021 19:40
Jari Terasa Kaku Saat Mengetik, Waspada dengan Tanda Terjadinya Trigger Finger
Jangan disepelekan, trigger finger bisa berakibat fatal lho.

Mengetiki adalah kegiatan yang umum kita lakukan. Para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, pekerja yang mengerjakan pekerjaannya, belum lagi ditambah dengan para siswa yang di masa sekolah dari rumah ini banyak mengerjakan tugas dengan bantuan komputer.

Mengetik dalam waktu yang lama tentu akan menimbulkan berbagai keluhan, terlebih di bagian jari sebagai bagian tubuh yang paling banyak berfungsi. Keluhan biasanya ditandai dengan jari yang terasa kaku setelah mengetik beberapa waktu.

Sering dianggap wajar, rupanya kondisi ini tak boleh disepelekan. Jari kaku karena mengetik bisa jadi merupakan awal dari penyakit trigger finger yang lebih serius.

1 dari 4 halaman

Trigger Finger karena Iritasi

Dokter spesialis bedah ortopedi Rumah Sakit (RS) Pondok Indah, dr. Rizky Priambodo Wisnubaroto, menuturkan bahwa trigger fingger adalah suatu kondisi saat selubung pelindung yang berada di sekeliling tendon jari mengalami radang. Akibatnya, jari menjadi kaku dan sulit untuk ditekuk.

" Seperti juru masak atau mengetik, itu kan menyebabkan iritasi atau inflamasi pada jaringan ikat jari, kemudian akan menyebabkan pembengkakan sehingga jari kita akan terkunci pada posisi flexy atau menekuk," terang dr. Rizky dalam diskusi virtual seperti dikutip dari Liputan6.com.

Kondisi tersebut biasanya akan terjadi ketika seseorang terlalu sering menggunakan jarinya saat bekerja sehingga tanpa disadari jari mengalami kelelahan.

2 dari 4 halaman

Sering Terjadi di Pagi Hari

Jumlah penderita trigger finger rupanya cukup banyak. Disebutkan oleh dr. Rizky bahwa sebanyak 2-3 persen penduduk dunia memiliki kondisi tersebut. Risiko yang besar ini membuat kita harus lebih waspada dengan berbagai gejala trigger finger.

Salah satunya, seperti disebutkan oleh dr. Rizky, gejala trigger fingger dapat dikenali dari kondisi jari yang terasa terkunci saat dalam posisi menekuk. Saat diluruskan, jari tersebut biasanya akan mengeluarkan suara " klek" . Untuk meluruskannya pun kita memerlukan bantuan tangan lain. Situasi tersebut biasa terjadi di pagi hari.

" Kalau malam hari tendon jari kita akan lebih besar sedikit sehingga terasa nyerinya itu saat pagi hari," terang dr. Rizky.

Trigger finger rupanya juga lebih sering mengincar dua jari, yakni jari manis dan telunjuk.

" Meskipun ada kasus jari lainnya, tapi yang paling sering itu (jari manis dan telunjuk)," ujar dr. Rizky.

3 dari 4 halaman

Perempuan dan Pengidap Diabetes Melitus Lebih Berisiko

Dari 2-3 persen penduduk yang mengidap trigger finger, rupanya sebagian besar merupakan pengidap berjenis kelamin perempuan.

" Perempuan 2-6 kali berpotensi lebih tinggi terkena trigger finger," ujar dr. Rizky.

Dokter Rizky sendiri mengatakan tak ada hubungan langsung antara jenis kelamin dengan tingkat kerentanan seseorang untuk mengidap trigger finger. Jumlah yang ia sebutkan merupakan hasil dari data pengidap yang ia terima, di mana pengidap trigger finger perempuan jauh lebih tinggi dari laki-laki.

Selain itu, berdasarkan data yang sama, dr. Rizky mengatakan bahwa orang dengan diabetes melitus akan berisiko lebih tinggi untuk mengalami trigger finger. Tingkat potensinya mencapai 5-7 kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa diabetes melitus.

" Sampai saat ini belum diketahui alasannya, tapi memang jumlah orang terkena trigger finger banyak yang berasal dari pasien diabetes melitus. Jadi belum diketahui sebab akibatnya antara dua penyakit itu," terang dr. Rizky.

4 dari 4 halaman

Penanganan Trigger Finger

Terakhir, dr. Rizky memperingatkan kita untuk tak menyepelekan kondisi jari kaku tersebut. Trigger finger yang tak diatasi dengan tepat dapat menyebabkan sejumlah masalah serius pada jari.

Beberapa cara untuk meredakan trigger finger di taraf ringan adalah dengan mengistirahatkan jari dan mengompresnya dengan air dingin. Dalam kondisi yang lebih serius, trigger finger harus diredakan dengan obat pereda nyeri dan radang, suntikan steroid, dan bahkan operasi.

Kalau jari mulai kaku, istirahat, jangan dipaksa. Semoga kita semua jadi lebih waspada, ya!

 

Reporter: Rizki Febianto

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar