Anak Keasyikan Jadi Pengangguran, Gimana ya Cara Negurnya?

Reporter : Audila Rima Ndani
Jumat, 24 April 2020 08:37
Anak Keasyikan Jadi Pengangguran, Gimana ya Cara Negurnya?
Curhatan seorang ibu yang pusing anaknya nganggur dan main game terus di rumah.

Punya anak yang sudah berusia dewasa kadang nggak menjamin mereka juga berperilaku seperti orang dewasa. Nggak bisa dipungkiri masih banyak anak yang masih bergantung pada orang tua mereka meski sudah berusia dewasa. Saat hal itu terjadi kadang orang tua juga nggak tahu harus berbuat apa untuk menegur anaknya. Setiap orang tua pasti ingin anaknya mandiri tapi di sisi lain mereka juga nggak mau menyinggung perasaan anak.

Hal ini juga yang dirasakan seorang ibu di Australia bernama Kelly. Dia membagikan curhatannya di news.com.au tentang anak sulungnya yang sulit dikendalikan. Sebagai seorang single mom, Kelly nggak tahan lagi dengan sikap anaknya yang sudah menyebabkan banyak kerugian.

1 dari 4 halaman

ilustrasi anak bermain gadgetilustrasi anak bermain gadget © blogs.unicef.org

Diketahui anaknya berusia 19 tahun dan nggak punya pekerjaan. Dia menghabiskan waktunya di kamar dengan bermain game sepanjang hari. Kelly sudah memintanya untuk mencari pekerjaan tapi dia malah mendapatkan bentakan dan ancaman dari anaknya sendiri. Sejak itu Kelly pun nggak berani mengungkit hal itu lagi pada anaknya.

Masalah yang dihadapi oleh Kelly pastinya pernah dialami oleh banyak orang tua. Bisa dipahami bahwa Kelly masih memperhatikan kesejahteraan anaknya meskipun harusnya di usia itu anaknya sudah bisa bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menegur anak.

2 dari 4 halaman

Membangun kedekatan

ilustrasi ibu dan anak remajailustrasi ibu dan anak remaja © motherhoodthetruth.com

Untuk berbicara dengan anak, yang harus kita lakukan pertama kali adalah membangun kedekatan dengan mereka. Kita bisa mulai dengan menunjukkan perhatian kita padanya tentang hal lain terlebih dahulu. Jangan dulu memulai dengan topik pekerjaan karena hal itu pasti akan sangat sensitif bagi mereka.

3 dari 4 halaman

Tanyakan tentang cita-citanya

ilustrasi ibu dan anak remajailustrasi ibu dan anak remaja © shutterstock.com

Selanjutnya setelah anak mulai mau terbuka dengan kita, di saat itu lah kita bisa menanyakan tentang cita-cita mereka. Apa yang ingin mereka lakukan setelah sekolah. Apakah mereka ingin melanjutkan sekolah lagi atau bekerja? Beri mereka motivasi bahwa mereka harus melanjutkan kehidupan setelah sekolah.

4 dari 4 halaman

Sampaikan kondisi keluarga dengan jujur

Ilustrasi Ibu Berbicara dengan AnaknyaIlustrasi Ibu Berbicara dengan Anaknya © freepik.com/bearfotos

Jika kita mengalami masalah karena anak nggak bekerja, kita juga bisa menyampaikan dengan jujur masalah yang kita hadapi. Terkadang berbagi beban juga perlu dilakukan dengan anak agar mereka mengerti kondisi keluarganya. Dengan begitu dia akan tergerak untuk berempati dan mengubah perilaku mereka.

Semoga cara ini bisa bermanfaat buat kamu ya!

Beri Komentar