Sudah 14 Tahun Meninggal, Jenazah Pria Ini Masih Awet dan Tak Membusuk saat Dipamerkan

Reporter : M. A. Adam Ramadhan
Sabtu, 3 Oktober 2020 09:47
Sudah 14 Tahun Meninggal, Jenazah Pria Ini Masih Awet dan Tak Membusuk saat Dipamerkan
Kayak lagi tidur aja gitu~

Sebagaimana kita tahu, bahwa ketika seseorang sudah meninggal dunia, umumnya tubuhnya tak akan lagi sama. Akan menjadi agak hancur, bahkan bisa sampai nggak bisa lagi dikenali. Tapi, dalam beberapa kasus, ada juga mayat yang ternyata masih dalam keadaan utuh walaupun sudah bertahun-tahun meninggal atau terkubur.

 

1 dari 4 halaman

Seperti kondisi jenazah pria yang satu ini. Baru-baru ini, beredar sebuah video dari akun Twitter @EWTNews yang memperlihatkan kondisi jenazah seorang pria yang sudah empat belas tahun meninggal, tapi ternyata masih begitu awet hingga sekarang.

Kalau dilihat-lihat, jenazah pria tersebut bahkan tak seperti mayat; hanya seperti pria yang sedang tertidur. Pakaian yang dikenakan pun seperti orang-orang biasa pada umumnya, bukan yang dipakai untuk jenazah.

 

2 dari 4 halaman

Pria yang sudah meninggal selama 14 tahun tersebut adalah Carlo Acutis. Saat dipamerkan di Assisi (tempat jenazahnya tersimpan) untuk upacara beatifikasi, badannya masih begitu baik dan tak membusuk. Sedangkan beatifikasi adalah proses tahap pertama untuk menjadikan seseorang yang sudah meninggal menjadi orang suci di Gereja Katolik.

Melansir dari Liputan6.com, jenazah Carlos hanya dilakukan rekonstruksi di bagian wajahnya. Rekonstruksi itu dilakukan sebelum masyarakat melihat makam tersebut.

" Tubuhnya utuh, dan semua orang masih lengkap. Rekonstruksi hanya dilakukan di bagian wajah," ujar Fransiskus Carlos Acacio GOncalves Ferreira.

 

3 dari 4 halaman

Karena Leukemia

Penyebab meninggalnya pria bernama Carlo di usianya yang 15 tahun adalah karena leukemia. Ia dikenal sebagai programmer andal dan seseorang yang begitu mencintai Buna Maria.

" Carlo adalah anak laki-laki era internet. Komputer menjadi caranya melewati hari-hari selama di dunia," ujar ibu Carlo, Sorrentino.

Ibu Carlo sebenarnya ingin sekali menyumbangkan orang anaknya. Tapi, Carlo sendiri adalah juga pasien kanker. Untuk itu, jantungnya akan dipajang di relikwi di Basilika Santu Fransiskus di Assisi karena dianggap sebagai peninggalan.

 

Beri Komentar