© 2019 Https://www.diadona.id/dbs.com.sg
Tak dapat dipungkiri, jatuh cinta bisa membuat seseorang menjadi buta. Istilah bucin (budak cinta) seakan mewarnai kondisi kasmaran dalam suatu hubungan.
Sebenarnya, jika mengarah ke hal yang positif dan baik, kondisi bucin terhadap pasangan itu sah-sah saja. Tapi, jika mengalami suatu hal buruk dari pasangan namun sulit melepaskan dengan alasan masih cinta, hal itu perlu diwaspadi.
Hubungan yang negatif dan sering menjadikanmu sakit hati, itu masuk dalam kategori toxic relationship. Bahkan, mengarah ke bentuk taruma bonding dalam hubungan.
Trauma bonding merupakan kedekatan emosional yang intens akibat kekerasan dalam hubungan. Hal ini bisa terjadi ketika kamu memilih bertahan meski pasangan sudah melakukan tindak kekerasan.
Kasih sayang yang semula wajar tiba-tiba berubah menjadi obsesi, sekalipun hal tersebut menyakitkan. Sebelum kamu berkorban karena cinta, berikut beberapa tanda trauma bonding yang seringkali disalahartikan dalam hubungan. Apa saja?
Ilustrasi pasangan marahan © 2020 https://www.diadona.id / Prima
Adanya sikap manipulasi yang dilakukan pasangan lambat laun akan mengendalikan hidupmu. Seorang psikolog, Nadine Macaluso dilansir dari laman Mind Body Green mengungkapkan kontrol dari pelaku dapat membuat korban merasa kebingungan dan jauh dari dirinya sendiri.
Akibatnya, sekalipun kamu paham apa yang menimpamu itu menyakitkan, kamu akan terus mengelak dan meyakinkan diri bahwa ini hanyalah firasat buruk yang kamu ciptakan sendiri. Lagi-lagi bisanya, alasan masih sayang atau cinta yang membuat hal ini terus kamu lakukan.
Kamu mulai mengabaikan orang-orang di sekitarmu. Segala cara akan kamu lakukan untuk mempertahankan hubungan dengan dirinya.
Nasihat dari orang-orang terdekat tidak lagi kamu dengar, karena adanya keinginan untuk selalu melindungi pasangan yang telah menyakitimu. Biasanya, korban akan dengan suka rela menutupi tindak kejahatan dari pasangannya kepada sahabatnya hanya agar pasangannya dinilai baik.
Ilustrasi pasangan © 2022 freepik.com/DCstudio
Berdalih karena cinta, sesering apapun perlakuan buruk yang kamu terima, pintu maaf selalu terbuka. Rasa tidak mampu membuatmu rela melakukan hal apapun tak terkecuali mengorbankan kebahagiaanmu sendiri.
Ini menjadi sebuah perbedaan antara tulus atas cinta dengan bahagia yang sebenarnya dilandasi oleh tekanan dan manipulasi.
Hubungan yang terbangun dalam konteks trauma bonding kalau dibiarkan berlarut akan membuat dirimu semakin sakit hati. Pasangan sebagai pemegang kontrol hanya akan memanfaatkan kamu untuk memenuhi ego pribadinya.
Sifat utama dari trauma bonding yakni ketergantungan membuat korban merasa tidak mampu untuk melawan. Alhasil, kamu akan memilih tetap bertahan sekalipun sadar hubungan tidak lagi sehat.
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif
Bukan Sekadar Main-Main, Ini Panduan Santai Mengenal Fase Motorik Anak dan Cara Melatihnya

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif

Sah! Brisia Jodie dan Jonathan Alden Mengikat Janji di Katedral

Resmi Jadi Ibu, Vior Melahirkan Putri Pertama dengan Nama Cantik, Wajah Baby V Bikin Penasaran

Akhirnya Sah! Dara Arafah dan Rehan Mubarak Resmi Menikah di Tanah Suci

Amanda Manopo Umumkan Hamil Anak Pertama, Sara Wijayanto Siap Jadi 'Buyang'