©Sydney Sims/unsplash.com
Ada beberapa level kesedihan yang akan dialami oleh manusia semasa hidup, yakni ketika orang yang kita cinta meninggal atau saat kita patah hati. Ketika kamu mengalami sedih karena patah hati, banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantumu segera move on.
Namun, jika kesedihanmu tidak kunjung usai dan malah berubah menjadi depresi, hal itu justru akan semakin berbahaya.
Berikut ini ada lima tanda kalau kamu nggak hanya sedih karena putus cinta, tapi juga mengalami depresi.
Ilustrasi Depresi © 2020 shutterstock.com/PR Image Factory
Salah satu tanda yang akan dirasakan oleh orang putus cinta adalah tidak punya harapan. Jika kamu mengalami hal ini, sesuatu harus segera dilakukan.
Mitzi Bockmann, pelatih cinta dan kehidupan, mengatakan kalau itu adalah perasaan yang mengerikan. Menurutnya, meskipun kamu percaya sepertinya nggak ada lagi harapan hidup untukmu, tapi kenyataannya selama kamu masih hidup maka selalu ada harapan dan masa depan untukmu.
Jangan sampai kamu mengisolasi diri, ketika kamu sudah lupa kapan terakhir kali bertemu orang, maka itu adalah tanda yang buruk. Keputusanmu untuk mengisolasi diri bukanlah keputusan yang bagus.
Mitzi bilang, mengisolasi diri adalah indikator kunci lain bahwa kamu mengalami depresi dan segala sesuatunya mungkin menjadi lebih buruk. Usahakan untuk mulai bersosialisasi, seperti berjalan-jalan ke taman dekat rumah dengan keluarga atau makan siang dengan teman, yang akan membuat kamu merasa lebih baik.
ilustrasi depresi © unsplash.com
Kalau kamu selalu merasa kekurangan energi dan menghabiskan waktu sepanjang hari di tempat tidur—bahkan makan pun di sana—dan bangun hanya untuk buang air ke kamar mandi, itu juga menjadi pertanda buruk. Apalagi jika ini terjadi dalam waktu lama.
Paksakan diri untuk bangun dan buat tempat tidur menjadi nggak nyaman. Misalnya, memenuhinya dengan buku, pakaian, dan benda-benda lain yang membuatnya nggak nyaman.
Nggak mandi satu atau dua hari, tapi kamu masih aktif melakukan banyak kegiatan di rumah, bukan termasuk tanda depresi, ya. Itu memang karena kamu malas mandi.
Namun, jika kamu nggak mandi dalam waktu lama, dibarengi dengan nggak makan, nggak ganti baju dan membersihkan badan, serta nggak melakukan apa pun untuk merawat dirinya, ini baru tanda depresi.
Meskipun terlihat sepele, Mitzi bilang mandi bisa membuat perbedaan besar dalam suasana hati seseorang.
Ilustrasi Depresi © unsplash.com/Claudia Wolff
Ketika kamu merasa putus asa, sendirian, malas, dan kotor, keinginan untuk melakukan sesuatu yang positif juga nggak ada. Akibatnya, kamu jadi melakukan hal-hal yang menyabotase diri sendiri. Hal ini membuat sedih dan depresi yang dirasakan semakin parah.
Apa jenis sabotase diri yang biasa dilakukan orang saat putus? Nggak mau melupakan mantan. Misalnya, dengan stalking media sosialnya, membaca chat-chat lama, atau bahkan mengingat-ingat betapa indahnya hubungan pacaran dulu.
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif
Bukan Sekadar Main-Main, Ini Panduan Santai Mengenal Fase Motorik Anak dan Cara Melatihnya

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif

Sah! Brisia Jodie dan Jonathan Alden Mengikat Janji di Katedral

Resmi Jadi Ibu, Vior Melahirkan Putri Pertama dengan Nama Cantik, Wajah Baby V Bikin Penasaran

Akhirnya Sah! Dara Arafah dan Rehan Mubarak Resmi Menikah di Tanah Suci

Amanda Manopo Umumkan Hamil Anak Pertama, Sara Wijayanto Siap Jadi 'Buyang'