© Shutterstock
Melakukan aborsi atau menggugurkan kandungan pastinya tidak mudah. Tidak hanya sakit fisik, psikologis seorang perempuan juga ikut terguncang.
Tapi, tahukah kamubahwa prosedur ini sedikit memengaruhi reproduksi perempuan? Mungkin banyak yang pernah berpikir,
“Jangan-jangan karena setelah aborsi, saya jadi susah hamil?”
Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut penjelasan secara medis hubungan aborsi dengan kesuburan perempuan.
Secara umum, aborsi tidak menyebabkan masalah kesuburan atau komplikasi dalam kehamilan. Tapi, mengutip dari NHS.uk, aborsi sedikit berdampak pada kesuburan dan kehamilan berikutnya. Terutama kalau melakukan aborsi yang tidak sesuai dengan prosedur kedokteran.
Risiko yang mungkin terjadi adalah penyakit radang panggul (PID), yaitu infeksi yang menyebar ke saluran telur dan ovarium wanita. Kalau terkena penyakit radang panggul setelah melakukan aborsi, maka seseorang akan berisiko susah hamil dan kehamilan ektopik (hamil di luar rahim).
Tapi tenang, sebagian besar infeksi bisa dokter tangani sebelum mencapai tahap peradangan. Biasanya, dokter akan memberi resep antibiotik sebelum aborsi untuk mengurangi risiko aborsi.
Melansir, American College of Obstetrician (ACOG), aborsi umumnya tidak memengaruhi kehamilan berikutnya. Tapi, kalau kamu susah hamil setelah aborsi, perhatikan beberapa faktor lain seperti:
Kalau kamu susah hamil setelah aborsi, konsultasikan dengan dokter kandungan. Ceritakan secara rinci tentang prosedur aborsi yang sebelumnya dilakukan, walau tidak mudah.
Pasalnya, hukum di Indonesia sendiri hanya boleh melakukan aborsi pada kasus kegawatan yang mengancam nyawa dan korban perkosaan. Meski begitu, stigma aborsi di Indonesia yang masih dianggap tabu membuat perempuan tidak berani untuk melakukan aborsi dengan prosedur kedokteran.
Melansir Reproductive Choices, telur sudah lepas ke rahim sejak 8 hari setelah melakukan aborsi. Ini membuat perempuan bisa hamil pada siklus menstruasi berikutnya.
Tapi, saat konsultasi dokter akan menyarankan perempuan menggunakan kontrasepsi setelah aborsi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan hamil dengan jarak yang berdekatan setelah aborsi. Melansir NHS.uk, dokter merekomendasikan untuk menunggu sampai perdarahan pada vagina berhenti.
Meski begitu, kembali lagi ke pilihan masing-masing. Kehamilan semua tergantung dari kesiapan diri dan pasangan untuk memiliki bayi.
Semoga informasi ini bermanfaat!
Rahasia Anak Nurut Tanpa Ancaman yang Jarang Diceritakan Orang Tua
Ternyata Ini Zodiak yang Paling Rajin Hidup Sehat, Kamu Termasuk?
Claresta Taufan, “Sartika” Tangguh yang Lagi Naik Daun
Cinta Laura Kunjungi Pedalaman Asmat, Bawa Pulang Cerita Ketimpangan
Anne Reischmann Raih Kemenangan Bersejarah di IRONMAN World Championship dalam Kondisi Hamil

Amanda Manopo Umumkan Hamil Anak Pertama, Sara Wijayanto Siap Jadi 'Buyang'


Gemas! Alyssa Daguise dan Al Ghazali Umumkan Hamil Anak Pertama

Sheila Dara Menang Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2025, Vidi Aldiano Ikut Terharu

Dari KAIST ke COC dan Variety Show Korea, Xaviera Putri Kini Boyong Penghargaan The Alpha Under 40