© Shutterstock
Para calon Moms yang sedang merencanakan program hamil seringkali merasa kewalahan dan tertekan karena ada begitu banyak faktor yang bisa memengaruhi kemungkinan untuk hamil.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk program hamil, coba lihat tanda-tanda kesuburan diri terlebih dahulu. Dengan mengamatinya, maka akan lebih mudah bagi Moms untuk mencapai kesuksesan program hamil.
Ketidaknyamanan saat berhubungan intim ternyata bisa dikaitkan dengan ketidaksuburan. Pada sebagian perempuan, rasa nyeri selama berhubungan (dyspareunia) bisa menunjukkan tanda endometriosis yang erat kaitannya dengan kemandulan.
Jadi kalau Moms jarang mengalami rasa sakit atau nyeri saat sedang berhubungan, itu adalah salah satu pertanda tubuh Moms subur dan akan lebih mudah untuk hamil.
Ilustrasi Ovulasi © Shutterstock
Selama ovulasi, tubuh perempuan akan mulai mengeluarkan lendir serviks yang memiliki konsistensi kental seperti putih telur atau egg white cervical mucus (EWCM).
Keputihan jenis ini memiliki pH terbaik yang melindungi dan memudahkan sperma untuk mencapai sel telur. Ketika Moms mulai mengeluarkan EWCM, tandanya tubuh Moms dalam keadaan yang lebih siap untuk hamil.
Salah satu gejala umum penyakit yang memengaruhi kesuburan, Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), adalah pertumbuhan rambut berlebih pada tubuh atau wajah dan kerontokkan rambut kepala.
Jadi, kalau kondisi rambut Moms sehat, kemungkinan besar tubuh Moms berada pada kondisi yang baik untuk segera hamil.
Kekurangan berat badan bisa menyebabkan tubuh memproduksi terlalu sedikit estrogen, sedangkan kelebihan berat badan bisa membuat tubuh memproduksinya terlalu banyak.
Oleh karena itu, berat badan calon Moms harus ideal agar hormon estrogen tidak berlebih dan tidak kurang. Hormon estrogen penting dalam mempersiapkan tubuh perempuan untuk kehamilan.
Menstruasi yang tidak teratur bisa mengindikasikan bahwa tubuh tidak berovulasi. Ovulasi tidak teratur atau abnormal menjadi penyumbang 30-40% dari semua kasus infertilitas.
Kalau jadwal menstruasi sering terlewat, datang pada waktu yang tidak terduga, atau siklusnya mengalami perubahan drastis, segera periksakan ke dokter ya.
Ilustrasi Kram Menstruasi © Shutterstock
Secara umum, kram menstruasi adalah hasil dari kontraksi rahim untuk melepaskan lapisan rahim. Rasa nyeri ini normal kok.
Tapi kram yang intens dan tidak tertahankan bisa menjadi gejala dari berbagai penyakit yang menurunkan kesuburan seperti endometriosis, tumor fibroid, dan penyakit radang panggul.
Gimana, sekarang paham kan Moms? Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif
Bukan Sekadar Main-Main, Ini Panduan Santai Mengenal Fase Motorik Anak dan Cara Melatihnya

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif

Sah! Brisia Jodie dan Jonathan Alden Mengikat Janji di Katedral

Resmi Jadi Ibu, Vior Melahirkan Putri Pertama dengan Nama Cantik, Wajah Baby V Bikin Penasaran

Akhirnya Sah! Dara Arafah dan Rehan Mubarak Resmi Menikah di Tanah Suci

Amanda Manopo Umumkan Hamil Anak Pertama, Sara Wijayanto Siap Jadi 'Buyang'