Jadi Peminjam yang Tau Diri, Ini 5 Etika Berutang yang Perlu Kamu Perhatikan

Reporter : Firstyo M.D.
Sabtu, 3 Oktober 2020 10:40
Jadi Peminjam yang Tau Diri, Ini 5 Etika Berutang yang Perlu Kamu Perhatikan
Etika yang perlu kamu praktikkan saat berutang pada kerabat.

Kalau disuruh memilih, tentu nggak ada satu orang pun yang ingin hidup dengan bayang-bayang utang. Masalahnya, ada beberapa kondisi yang akhirnya mendesakmu untuk meminjam uang, baik ke bank maupun kerabat dekat.

Untuk pinjaman ke bank, karena hubungannya dengan instansi, tentu sudah ada peraturan yang paten dan tak bisa diganggu gugat. Namun untuk pinjaman dengan kerabat, karena faktor kedekatan, kadang peraturannya menjadi buram. Nggak jarang timbul masalah di kemudian hari yang membuat hubungan akhirnya merenggang.

Untuk menghindari berbagai risiko, berikut ini adalah 5 etika yang perlu kamu praktikkan saat meminjam uang pada kerabat.

1 dari 6 halaman

Perhatikan kondisi keuangan pemberi pinjaman

Meminjam uang, terlebih kalau dilakukan ke teman atau saudara sendiri, sebaiknya dilakukan dengan lebih pengertian. Coba lebih dulu tanyakan bagaimana kondisi keuangannya sebelum meminta pinjaman. Jangan sampai kamu meminjam ke kerabat yang sebenarnya juga lagi menghadapi kesulitan finansial.

2 dari 6 halaman

Pastikan kamu bisa melunasinya

Sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman, kamu harus lebih dulu mengetahui bagaimana cara untuk melunasinya kelak. Tetapkan tanggal pasti untuk melunasi utang pada kerabatmu. Pastikan juga kamu mampu melunasi atau membayar cicilan setiap bulannya.

3 dari 6 halaman

Jadikan pelunasan utang sebagai prioritas

Yang namanya pinjaman tentu harus dikembalikan. Dalam hal meminjam uang, terlebih pada kerabat sendiri, selalu jadikan utang sebagai prioritas utama untuk dilunasi. Saat waktu gajian datang, pastikan kamu langsung mengalokasikan pendapatan untuk melunasi utang sebelum memenuhi kebutuhan lain.

4 dari 6 halaman

Jangan marah kalau ditagih

Marah saat ditagih utang adalah kejadian yang umum terjadi, tapi sama sekali nggak bisa dibenarkan. Secara logika, uang yang ditagih adalah milik si peminjam. Tentu sudah jadi kewajibanmu untuk melunasinya, terlebih kalau kalian sudah membuat sebuah kesepakatan sebelumnya.

Pastikan kamu membayarkan utang sesuai waktu yang sudah disepakati. Kalau memang terpaksa molor, sampaikan dengan baik dan cari jalan tengahnya.

5 dari 6 halaman

Buat perjanjian tertulis

Kadang kita menggampangkan saat terlibat utang piutang dengan kerabat dekat sampai-sampai nggak mementingkan perjanjian hitam di atas putih. Padahal, untuk beberapa kondisi, perjanjian resmi dengan tanda tangan di atas materai perlu dilakukan, tak peduli seberapa dekat kalian berdua. Misal, jika melakukan pinjaman dengan nominal besar. Perjanjian tertulis seperti ini akan mengantisipasi munculnya masalah di kemudian hari.

6 dari 6 halaman

Ilustrasi berutangIlustrasi berutang © Shutterstock

Itu tadi adalah 5 etika yang perlu kamu perhatikan saat melakukan pinjaman pada kerabat. Perlu diperhatikan bahwa sebelum dihadapkan dengan kondisi terdesak yang memaksamu berutang, ada baiknya kamu melakukan perencanaan keuangan serapih mungkin.

Tanamkan juga di kepalamu bahwa utang bukanlah jawaban pertama untuk segala masalah biar kamu nggak jadi ketergantungan dengan uang pinjaman.

Semoga tips di atas dapat membantumu ya!

Beri Komentar