Viral Potret Balita Pakai Behel Gigi, Begini Penjelasan Medisnya

Reporter : Anif Fathul Amin
Senin, 25 Juli 2022 14:03
Viral Potret Balita Pakai Behel Gigi, Begini Penjelasan Medisnya
Kira-kira amankah digunakan oleh ana?

Belum lama ini viral di media sosial seorang gadis kecil sudah pasangan behel. Dalam video yang dibagikan akun TikTok @putsho05 memperlihatkan gadis kecil pakai behel. Dari video singkat itu, gadis tersebut diyakini masih balita, yang artinya masih belum cukup usia untuk pakai behel. Hal pun langsung memicu reaksi negatif dari warganet.

Sebagai langkah edukasi bersama, sebenarnya boleh nggak sih anak pakai behel gigi? pada usia berapa anak diperbolehkan memakai behel gigi? coba kita simak ulasannya yuk!

1 dari 7 halaman

Dilansir Klik Dokter, perkembangan rahang dan pergantian gigi susu menjadi gigi dewasa umumnya mulai terjadi saat si Kecil menginjak usia enam tahun. American Association of Orthodontist merekomendasikan untuk mengevaluasi tumbuh kembang gigi anak saat usia 7 tahun.

Alasannya, pada usia itulah, beberapa gigi permanen sudah mucul di dalam rongga mulut sehingga dokter gigi dapat mendeteksi jika ada kelainan dalam hubungan perkembangan rahang dengan gigi permanen. Sebelum melakukan pemasangan behel gigi pada anak, kamu perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

2 dari 7 halaman

Perhatikan Tkamu-tkamunya

Ilustrasi Anak Pakai Behel © Diadona

Sebelum pasang behel anak, pastikan terlebih dahulu bahwa anak kamu memang memerlukannya. Ini adalah kondisi-kondisi yang membutuhkan pemasangan behel.

  1. Terlihat rahang anak miring saat ia menutup atau membuka mulutnya.
  2. Anak sudah berusia lebih dari 5 tahun, tapi masih mempunyai kebiasaan mengisap ibu jari.
  3. Gigi susu tanggal lebih cepat atau pada usia kurang dari 5 tahun.

3 dari 7 halaman

Konsultasi dengan Dokter

Ilustrasi Anak Periksa Kesehatan Gigi © Diadona

Saat ini, ada berbagai macam behel yang dibisa dipilih berdasarkan bahan dan cara pemasangannya. Sebelum pemasangan behel, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter gigi untuk menentukan mana yang paling cocok untuk anak. Biasanya, behel gigi yang terbuat dari metal (stainless steel) paling cocok untuk anak-anak atau remaja karena lebih kuat. Tak heran bila jenis behel yang satu ini paling sering digunakan. Selain harganya terjangkau, anak bisa memilih warna favoritnya untuk dipasang di karet behel.

Selain itu, ada baiknya anak juga mengumpulkan informasi tentang kawat gigi, lalu mendiskusikan kepada dokter gigi untuk mengurangi rasa cemas.

4 dari 7 halaman

Usia Anak

Ilustrasi Anak Pakai Behel © Diadona

Menurut Australian Society of Orthodontists, usia ideal untuk pasang behel anak adalah 8-10 tahun. Alasannya, pada usia tersebut, dokter gigi dapat memprediksi apakah anak akan mengalami susunan gigi yang baik atau tidak pada kemudian hari. Ada juga pkamungan bahwa usia ideal untuk pemasangan kawat gigi pada anak adalah 13-15 tahun. Pada usia ini, anak sudah bisa bertanggung jawab dalam memelihara kebersihan seluruh gigi termasuk kawat giginya.

Namun pada kasus ekstrem, ketika susunan gigi dan rahang benar-benar tidak baik, maka kawat gigi dapat digunakan saat usia anak menginjak 8 tahun.

5 dari 7 halaman

Tahap Pemasangan Kawat Gigi pada Anak

Ilustrasi Behel Gigi © Diadona

Jika pada usia 8-10 tahun anak terdeteksi memiliki potensi masalah gigi, maka ia memerlukan perawatan behel dengan dua tahap. Tahap pertama adalah pemasangan alat interseptif lepasan. Alat ini bisa berupa headgear, face mask, atau alat ekspansi. Pada tahap ini bisa saja ada beberapa gigi tetap yang belum tumbuh.

Setelah gigi tetap sudah tumbuh semua, tahap kedua baru bisa dilakukan, yakni berupa pemasangan behel gigi. Tidak semua pasien anak melakukan pemasangan melalui dua tahap. Kebanyakan anak hanya melakukan satu tahap, yaitu berupa pemasangan behel.

6 dari 7 halaman

Perawatan Kawat Gigi

Anak yang menggunakan kawat gigi dituntut untuk menjaga kebersihan bracket dan giginya dengan baik. Menempelnya bracket pada gigi membuat makanan akan makin mudah terselip di sela-sela gigi. Jika ini dibiarkan, risiko terjadinya lubang gigi bisa saja terjadi.

Selain itu, bila pasien tidak rutin kontrol gigi setidaknya 2-3 minggu sekali, bau mulut tidak bisa dihindari lagi. Tidak rutin kontrol gigi juga membuat pergerakan gigi lebih lambat, sehingga waktu perawatan behel gigi akan semakin lama. Bagi anak yang menggunakan kawat gigi, sangat disarankan untuk menghindari makanan manis seperti kue-kue dan makanan lengket guna menjaga kebersihan behel gigi. Pasalnya, bracket atau behel gigi tergolong retensi makanan sehingga makanan akan mudah menempel.

Beri Komentar