Suka Berbohong Bisa Jadi Tanda Gangguan Mental Ini lho!

Reporter : M. A. Adam Ramadhan
Kamis, 20 Januari 2022 13:27
Suka Berbohong Bisa Jadi Tanda Gangguan Mental Ini lho!
Pernah ketemu orang yang setiap hari bohong terus, nggak?

Berbohonga sekali dua kali karena suatu hal mungkin hal yang masih wajar. Hal tersebut dilakukan karena keadaan yang begitu mendesak. Bahkan ada yang mengatakan tak apa berbohong jika demi kebaikan.

Namun, pernahkah kamu melihat seseorang yang hidupnya suka berbohong tersebut? Ternyata, orang yang suka berbohong bisa jadi tanda gangguan mental, lho!

 

1 dari 5 halaman

Mitomania

Ilustrasi Wanita BerbohongIlustrasi Wanita Berbohong © Shutterstock

Orang yang suka berbohong bisa jadi mempunyai gangguan mental yang disebut dengan mitomania. Minomaia adalah gangguan mental yang penderitanya tidak bisa menahan untuk berbohong. Dalam ilmu psikologi, gangguan mental ini disebut sebagai pathological lying.

Minomaia sendiri ditemukan pertama kali oleh Anton Delbrueck, seorang psikiater asal Jerman paa tahun 1891. Pada saat itu, Delbrueck menamainya dengan sebutan pseudologia fantastica untuk sekelompok pasien yang sering membuat cerita bohongan.

2 dari 5 halaman

Mereka berbohong dengan tanpa alasan, bahkan di keadaan di mana mereka seharusnya tidak berdusta. Mereka pengidap mitomania merasa bahwa berbohong akan membuat mereka nyaman daripada mengatakan apa yang sebenarnya. Mereka berbohong begitu saja, tanpa ada motif.

Bagi mitomania, berbohong merupakan sesuatu yang sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Bahkan saking sudah sering berdusta, pengidap mitomania sampai menganggap dusta yang diucapkannya merupakan sebuah kebenaran. Mereka jadi susah membedakan mana yang nyata dan tidak.

 

3 dari 5 halaman

Ilustrasi Wanita BerbohongIlustrasi Wanita Berbohong © Shutterstock

Ciri-ciri pengidap mitomania beragam. Ia sering menceritakan hal tidak nyata seolah-olah itu nyata. Tak jarang mereka mencerita kisah orang lain namun mengakuinya seorang mengalaminya sendiri. Kebohongan yang mereka lakukan pun tanpa alasan, dilakukan begitu saja.

Kisah kebohongan yang mereka buat biasanya terkait dengan institusi penting atau yang punya peran penting, misalnya kepolisian atau tokoh masyarakat. Ceritanya pun berbau positif, misalnya mengaku sudah lulus S3 padahal putus sekolah sejak SD.

 

4 dari 5 halaman

Penyebab seseorang bisa mengidap mitomania belum bisa diketahui dengan pasti. Namun beberapa psikolog meyakini bahwa faktor lingkunan yang berperan penting dalam penyebab mitomania. Mungkin, mereka hidup di lingkungan bahwa berbohong lebih baik daripada risikonya.

Namun bisa jadi juga disebabkan karena trauma masa lalu. Misalnya saja untuk mengatasi harga diri yang rendah. Bisa juga karena ada gangguan mental lainnya, misalnya bipolar, attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), kepribadian ambang (boderline personality disorder), dan lain-lain.

Beri Komentar