Ini Alasan Mengapa Anxiety Bisa Bikin Badan Cepat Kurus

Reporter : Kurnia
Jumat, 18 Agustus 2023 20:05
Ini Alasan Mengapa Anxiety Bisa Bikin Badan Cepat Kurus
anxiety cukup berbahaya jika tidak segera ditangani loh

Anxiety dapat membuat nafsu makan hilang dan membuat berat badan turun drastis karena stres.

Umumnya, stres terjadi karena peristiwa baru tak terduga yang dapat mengancam diri atau membuat seseorang ada di situasi sulit. Dampak stres tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga berpengaruh terhadap perubahan fisik, seperti penurunan berat badan secara drastis.

1 dari 5 halaman

Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, sebagaimana dilansir dari laman detik.com pada Senin, (21/8) menjelaskan bahwa anxiety atau ansietas adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan munculnya gejala pada perasaan, perilaku, hingga fisik.

Gejala pada perasaan meliputi beberapa kondisi, seperti kecemasan, kekhawatiran, kegelisahan, ketidaktenangan.

Lebih lanjut, dr Lahargo mengungkapkan gangguan fisik ini kerap juga disebut gangguan psikosomatik yang terjadi saat adanya keluhan pada fisik dan pikiran.

Akibatnya, berat badan menjadi tidak stabil hingga mengalami gangguan fisik lainnya seperti diabetes melitus, hipertensi, sakit jantung, dan lainnya.

2 dari 5 halaman

Anxiety secara berkelanjutan tentu saja menyebabkan beberapa hal seperti:

Kesulitan tidur

Anxiety membuat penderitanya jadi lebih sulit untuk terlelap dan memengaruhi kualitas tidur sehari-hari. Akibatnya, tubuh menjadi lesu dan mudah lelah.

Gangguan tersebut akhirnya memengaruhi produksi kortisol yang dapat berdampak pada metabolisme tubuh dan kebiasaan makan. Dari hasil penelitian American Dietetic Association, kalori yang terbakar ketika tidak bisa tidur lebih besar dan menjadi pemicu penurunan berat badan karena stres.

 

3 dari 5 halaman

Efek fight or flight tubuh

Stres membuat tubuh masuk ke mode fight or flight, di mana tubuh akan melepaskan hormon stres, yakni adrenalin dan kortisol.

Adrenalin mempersiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas berat dan pada saat bersamaan mengurangi keinginan Anda untuk makan. Sedangkan kortisol akan memberi sinyal pada tubuh untuk menekan fungsi yang tidak dibutuhkan, seperti respons sistem pencernaan.

Selain itu, hormon-hormon tersebut juga dapat menyebabkan detak jantung dan pernapasan lebih cepat, sehingga membantu pembakaran kalori.

4 dari 5 halaman

Perubahan pada sistem pencernaan

Berkaitan dengan penjelasan sebelumnya, tubuh akan menekan fungsi yang tidak dibutuhkan selama mode fight or flightdengan memperlambat pencernaan agar bisa fokus untuk merespons pemicu stres.

Stres memengaruhi komunikasi antara otak dan sistem pencernaan, termasuk kerongkongan, lambung, dan usus. Hasilnya, akan timbul beberapa kondisi seperti sakit perut, maag, diare, dan sembelit.

Beri Komentar