© Bloomberg.com
Hingga saat ini, Hong Kong masih bergelut dengan konflik internal politik yang masih belum menemukan titik terang. Konflik tersebut menghadapkan antara dua kubu, yakni mereka yang pro China dan mereka yang pro demokrasi.
Bagi mereka yang pro-China, ingin Hong Kong memegang prinsip Satu Negara Dua Sistem sebagai daerah khusus yang menjadi bagian dari China. Sedang kubu pro demokrasi tak ingin ada campur tangan China yang dianggap terlalu otoriter.
Melansir dari laman Liputan6.com Selasa (9/6/2020), Hong Kong sebenarnya memiliki sejarah yang cukup panjang. Hingga akhirnya memunculkan dua kubu yang pecah menjadi konflik berkepanjangan hingga kini. Mulai dari adanya fakta bahwa Hong Kong sejak awal sebenarnya sudah menjadi bagian dari China.
Hong Kong © investopedia.com
Namun tepat pada hari ini 9-6-1989, sekitar 122 tahun yang lalu, China sepakat untuk menyewakan Hong Kong ke Inggris secara gratis selama setidaknya 99 tahun. Kesepakatan tersebut dilakukan oleh kedua belah pihak di Peking atau Beijing. Penyewaan tersebut berdasar dari Konvensi perluasan wilayah Hong Kong.
Lewat perjanjian tersebut, populasi Hong Kong tumbuh pesat hingga mencapai 300 ribu orang pada akhir abad 19. Kemudian pada 1997, masa sewa Inggris atas wilayah Hong Kong mulai berakhir. Tapi ketika itu ternyata mulai muncul kubu pro demokrasi anti belenggu China yang mulai berkecamuk di Hong Kong.
Sampai dengan saat ini, konflik internal masih belum bisa terselesaikan di Hong Kong. China masih terus menguatkan pengaruhnya, sedang Inggris beberapa kali kedapatan menawarkan bantuan pada sejumlah pihak di Hong Kong yang merasa tak betah dengan belenggu China.
Kabarnya, sampai dengan saat ini sudah ada jutaan visa yang diberikan Inggris untuk warga Hong Kong yang takut akan keamanan Nasional China. Ternyata sejarah Hong Kong ini sukup rumit juga ya. Sampai dengan saat ini Hong Kong masih berusaha menyelesaikan persoalan tersebut.
Namun Hong Kong masih tetap bisa menjadi salah satu negara di Asia dengan kekuatan ekonomi terkuat dari sektor real estate, jasa, hingga pariwisata. Meski hingga kini masih dihantui dengan tekanan resesi yang terjadi akibat berbagai faktor.
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda
Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif