Pertama Kali dalam Sejarah, Ruang Bawah Tanah Colosseum Dibuka untuk Umum

Reporter : Bagus Prakoso
Rabu, 30 Juni 2021 15:20
Pertama Kali dalam Sejarah, Ruang Bawah Tanah Colosseum Dibuka untuk Umum
Ruang ini merupakan tempat para gladiator dan hewan menunggu sebelum mereka bertarung di Arena.

Colosseum dikenal sebagai salah satu situs paling ikonik yang ada di Italia. Area tersebut dikenal sebagai tempat para gladiator bertempur. Kini, Colosseum menjadi salah satu wisata sejarah andalan yang ada di Italia.

Kini, untuk pertama kalinya, wisatawan bakal dibukakan akses menuju ruang bawah tanah yang selama ini ditutup. Ya, ruang bawah tanah atau yang disebut hypogea akhirnya dibuka untuk umum.

1 dari 2 halaman

Ruang Bawah Tanah Colosseum Dibuka

ColosseumColosseum © unsplash.com/Sofia

Melansir dari CNN, wisatawan kini bisa berjalan melalui lorong-lorong di atas platform kayu. Dahulu, area tersebut merupakan tempat para gladiator dan hewan menunggu sebelum perang.

Ruang bawah tanah Colosseum itu menghadirkan koridor dan lengkungan yang menghubungkan hypogea dengan ruangan tempat gladiator dan hewan menunggu, sebelum memasuki lift yang bakal melontarkan mereka menuju arena.

Saat ini, hypogea telah diterangi oleh cahaya lilin. Namun, permukaan tanah asli arena yang lama telah hancur.

Kementrerian Kebudayaan Italia merilis restorasi besar-besaran dari kubah dan lorong-lorong tempat mereka akan berperang menunggu. Karya ini merupakan proyek bersama dalam hubungannya dengan merek fashion Italia, Tod's.

Proyek Colosseum ini telah dilakukan dalam tiga fase besar, mulai dari pembersian menyeluruh dari fasad monumen, dan pindah ke area bawah tanah. Sebelumnya, sebagian kecil dari hypogea dibuka untuk umum pada 2016. Restorasi besar pada bagian hypogea ini sudah dimulai pada 2018 namun harus tertunda pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

2 dari 2 halaman

Upaya Pembersihan

ColosseumColosseum © unsplash.com/Ahmed Almakhzanji

Para Arkeolog, restorer, insinyur, dan juga arsitek bekerja untuk membawa monumen ini sedekat mungkin ke masa kejayaannya. Para tim menggunakan survei fotografi, pemetaan permukaan, dan pekerjaan yang lambat dan teliti untuk membersihkan kotoran, endapan, mikroorganisme selama berabad-abad, seperti ganggang dan lumut.

Pembukaan bagian bawah tanah menandai akhir dari proyek restorasi Tod's. Tetapi ini bukanlah akhir dari pekerjaan di Colosseum. Bulan lalu, Kementrian Kebudayaan mengumumkan rencana untuk membangun arena kayu yang akan menutupi hypogea, menggambarkan tentang Colosseum dahulu. Arena baru ini nantinya bakal jadi tuan rumah konser dan jenis acara budaya lainnya.

Beri Komentar