Ingin WFH Sekaligus Liburan? Yuk Ikut Program Work in Iceland dari Islandia!

Reporter : Novi Hardita Larasati
Senin, 30 November 2020 13:34
Ingin WFH Sekaligus Liburan? Yuk Ikut Program Work in Iceland dari Islandia!
Untuk memperbaiki objek wisata agar bisa dinikmati turis di masa depan, Islandia pun membuat program Work in Iceland.

Ditengah pandemi corona, tak sedikit perusahaan hingga tempat wisata mengalami kerugian karena wabah tersebut. Sehingga, untuk memperbaiki fasilitas objek wisata beberapa negara membuat strategi agar bisa dinikmati turis di masa depan, salah satunya ada negara Islandia.

Era new normal, Islandia incar turis tajir untuk melakukan WFH (Work from Home) di sana. Sebab, melansir dari beberapa sumber, Islandia sudah kehilangan turis sampai 79 persen saat lockdown. Untuk itu, Islandia pun menggelontorkan dana hingga hingga US$12 juta guna memperbaiki fasilitas di objek wisata supaya bisa dinikmati turis di masa depan.

1 dari 2 halaman

Program Work in Iceland

Program Work in Iceland dari Islandia

Nah, salah satu strategi dalam menggaet turis tersebut, Islandia membuka program visa jangka panjang di luar wilayah Schengen Eropa. Dimana program itu Islandia mengizinkan warga negara lain, termasuk Amerika, untuk tinggal hingga enam bulan. Programnya sendiri diberi nama Work in Iceland.

Walaupun menggiurkan, program ini ternyata memiliki syarat yang cukup panjang, apalagi yang diincar ialah turis tajir. Sehingga untuk mendapatkan izin tinggal yang panjang saat WFH di negara tersebut, orang yang bersangkutan pun harus menunjukkan hubungan kerja dengan perusahaan asing memverifikasi wirausaha di negara tempat mereka memiliki tempat tinggal permanen, memenuhi pendapatan serta persyaratan asuransi kesehatan.

2 dari 2 halaman

Syarat Mengikuti Program Work in Iceland

Bahkan, syarat jumlah pendapatan yang ditetapkan untuk mengikuti program ini adalah minimal 1 juta krona Islandia setiap bulan, yang setara dengan sekitar US$7.360 atau sekitar Rp104 juta per bulan, atau sekitar 1,2 miliar per tahunnya.

Namun, syarat ini dilakukan bukan hanya untuk semata-mata saja, sebab menurut mantan anggota parlemen Asta Gudrun Helgadottir menyebutkan bahwa ide tersebut untuk menarik profesional yang berpenghasilan tinggi dari Silicon Valley atau San Francisco guna membelanjakan uang mereka di sini, bukan di sana.

Selain itu, alasan dipilihnya turis tajir yang sudah bekerja untuk mengikuti program tersebut adalah guna menstimulasi kembali ekonomi dengan menyewa properti, makan di restoran dan jalan-jalan di akhir pekan. Sebab, jika turis sudah punya pekerjaan maka mereka tidak akan mengambil jatah pekerjaan bagi orang Islandia sendiri mengingat tingginya biaya hidup di sana.

Nah, buat kamu yang memiliki pendapatan tinggi dan bosan WFH di rumah, maka kamu bisa mengikuti program yang diadakan oleh Islandia ini.

 

Beri Komentar