Beberapa Perilaku yang Membuat Pasanganmu Tidak Melakukan Perannya sebagai Laki-Laki

Reporter : Sheila Fathin
Rabu, 16 November 2022 08:00
Beberapa Perilaku yang Membuat Pasanganmu Tidak Melakukan Perannya sebagai Laki-Laki
Sebagai seorang perempuan yang independent, kita juga perlu membiarkan pasangan kita untuk mengambil peran untuk memimpin kita

Dewasa ini, banyak perempuan yang sudah berhasil dengan karirnya. Bahkan mereka sudah terbiasa untuk memimpin banyak orang di tempat kerja. Tanpa disadari olehnya, ternyata perilaku tersebut ia bawa ke dalam hubungan romantis.

Sebagai seorang laki-laki, perilaku memimpin atau taking the lead adalah sifat alamiah mereka. Bukan berarti perempuan nggak boleh nge-lead juga dalam hubungan. Cuman, kalau kamu melakukannya terlalu sering, kamu hanya akan membuat pasanganmu tidak menjalankan perannya sebagai mana mestinya. Tiba-tiba saja hubunganmu dengan si dia retak dan kamu mulai mempertanyakan dirimu.

Bukan berarti juga, kalau pasanganmu nggak mau kamu berhenti mengejar karirmu untuk jadi perempuan yang sukses. Pasanganmu justru bangga dengan prestasimu. Ia juga menghargai, menghormati, dan mencintaimu sebagai pasangannya. Hanya saja, kebiasaan memimpin itu lakukan lah dengan seimbang. Kadang biarkan pasanganmu yang mengambil peran untuk memimpin agar dia tidak lupa akan perannya sebagai laki-laki, kadang kamu juga perlu mengambil tindakan untuk memimpin.

Nah, berikut ini ada beberapa contoh untuk kamu ketauhi yang bikin pasanganmu tidak melakukan perannya sebagai laki-laki!

1 dari 4 halaman

Bertingkah seperti Ibunya

Bertingkah Seperti IbunyaBertingkah Seperti Ibunya © shutterstock.com

Kamu itu kekasihnya bukan ibunya!

Berhenti memperlakukan pasangamu seperti dirinya tidak bisa berpikir untuk dirinya sendiri. Pasanganmu memiliki pola pikirnya sendiri. Ketika dia melakukan tindakan yang menurutmu tidak sesuai denganmu, jangan bentak atau melarang dia. Ajak dia berdiskusi dan berikan alasanmu bedasarkan logika. Secara tidak sadar, pasanganmu akan berpikir dengan sendirinya. Kamu menginginkan seorang laki-laki sejati yang bisa mengambil keputusan, bukan seorang anak laki-laki yang terus-terusan bergantung denganmu.

2 dari 4 halaman

Nggak Tahu Cara untuk Mengapresiasi Hadiah Pemberian dari Pasangan

Menolak Hadiah PasanganMenolak Hadiah Pasangan © shutterstock.com

Sebagai seorang perempuan, pasti ada rasa sungkan dan nggak enak ketika menerima hadiah oleh pasangan. Daripada kamu menolak pemberian dari pasanganmu, terima saja dan ucapkan rasa terima kasihmu. Hal itu akan membuat dia merasa dihargai dan dibutuhkan. Ketika melihat kamu menerima pemberiannya dengan rasa terima kasih dan bahagia, pasangan justru akan lebih bahagia. Setidaknya usahanya untuk mengumpulkan uang dari hasil kerja kerasnya tidak sia-sia.

3 dari 4 halaman

Meremehkan Pekerjaannya

Sebenarnya nggak ada orang yang mau diremehkan dalam hal apapun. Tanpa terkecuali. Bagi laki-laki, pekerjaan adalah sesuatu hal yang penting untuk dirinya. Identitas laki-laki seringkali terkait erat dengan nilai mereka sebagai anggota masyarakat yang produkti. Itu lah kenapa kalau kamu sering melihat laki-laki tampak minder dan kurang percaya diri ketika dihadapkan dengan seorang laki-laki yang jauh lebih sukses darinya.

Kamu sebagai perempuan hanya perlu mendukung apapun yang dia lakukan asalkan hal tersebut benar dan positif. Nggak ada laki-laki yang nggak mau bekerja. Jadi, hargai saja apapun pekerjaan pasanganmu. Hal itu sudah menandakan kalau dia adalah seorang yang pekerja keras dan bertanggung jawab.

4 dari 4 halaman

Mempertanyakan dan Membandingkan Usaha dan Kemampuan Dia

Jangan pernah membandingkan dia dengan siapa pun. Nggak untuk ayahmu, yang memperlakukanmu seperti seorang putri ketika kamu tumbuh dewasa, nggak kepada mantanmu, nggak juga kepada pacar temanmu.

Ingatkan dirimu mengapa kamu memilih bersamanya sejak awal, dan rayakan keunikannya.

Beri Komentar