Wanita Hamil Nggak Boleh Donor Darah, Mitos atau Fakta?

Reporter : Devi Puspitasari
Jumat, 16 Oktober 2020 10:30
Wanita Hamil Nggak Boleh Donor Darah, Mitos atau Fakta?
Mitos atau fakta ya kira-kira, Moms?

Donor darah memang bisa dikatakan salah satu perbuatan yang mulia. Dengan melakukan donor darah, kita bisa membuka peluang bagi seseorang untuk bertahan hidup. Karena itu, nggak sedikit orang yang rutin melakukan donor darah atas dasar kemanusiaan.

Selain itu, donor darah juga bisa bermanfaat bagi kesehatan seperti membantu mengurangi kolesterol, berat badan, sampai risiko terkena penyakit jantung dan kanker. Tapi masalahnya bagaimana bila kondisi kita sedang hamil ya?

Nggak sedikit orang yang mengatakan bila ibu hamil nggak boleh mendonorkan darah. Kira-kira hal ini fakta atau hanya sekadar mitos belaka? Langsung saja yuk Moms kita simak ulasannya berikut ini.

1 dari 4 halaman

Ilustrasi Ibu HamilIlustrasi Ibu Hamil © https://www.shutterstock.com/g/elwynn

Melansir dari Baby Center, jawabannya fakta Moms. Secara teori, mendonorkan darah saat hamil bisa menyebabkan anemia karena kurangnya zat besi dalam tubuh. Selain itu, mendonorkan darah sendiri belum terbukti aman Moms bagi ibu hamil.

Organisai Kesehatan Dunia (WHO) sendiri juga nggak menyarankan Moms bagi ibu hamil untuk melakukan donor darah.

2 dari 4 halaman

Risiko Donor Darah saat Hamil

Ada beberapa risiko yang bisa dialami oleh ibu bila melakukan donor darah saat hamil. Berikut risikonya yang dilansir dari Alodokter.

1. Bayi Lahir Prematur

Melakukan donor darah saat hamil bisa memicu terjadinya anemia, Moms. Anemia ini bila terus berlanjut dan tak segera mendapatkan penanganan bisa memicu kondisi seperti berat lahir bayi rendah dan bayi lahir secara prematur.

3 dari 4 halaman

2. Anemia

ilustrasi ibu hamililustrasi ibu hamil © 2019 https://www.diadona.id /americanpregnancy.org


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, donor darah bisa mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. Memang, saat hamil volume darah ibu meningkat sebanyak 30-50%. Hal ini bertujuan agar ibu hamil tetap bisa menjaga asupan zat besi dan asam folat selama kehamilan.

Melakukan donor darah saat hamil bisa mengurangi kadar zat besi dalam tubuh Moms sehingga bisa memicu terjadinya anemia.

3. Bahaya Bagi Penerima Donor

Tak hanya berbahaya bagi ibu itu sendiri, mendonorkan darah saat hamil juga bisa berbahaya bagi penerima donor Moms. Hal ini karena saat hamil akan muncul antibodi khusus. Darah yang mengandung antibodi ini nggak aman Moms bila didonorkan pada orang lain.

4 dari 4 halaman

Tak hanya bagi ibu hamil saja, ibu baru juga nggak disarankan untuk mendonorkan darah Moms. Palang merah merekomendasikan agar ibu menunggu setidaknya enam minggu setelah melahirkan sebelum donor darah. Lalu setelah itu, ibu bisa mendonorkan darah secara teratur meski sedang menyusui.

Jadi, ibu hamil nggak disarankan untuk mendonorkan darah memang bukan sekadar mitos belaka ya Moms. Semoga membantu menjawab rasa penasaran Moms, ya.

Beri Komentar