Yuk Moms, Mengenal Risiko Cedera Otot Saat Melahirkan Beserta Cara Menghindarinya

Reporter : Mila Ismiranda
Senin, 3 Januari 2022 11:57
Yuk Moms, Mengenal Risiko Cedera Otot Saat Melahirkan Beserta Cara Menghindarinya
Cedera otot saat melahirkan memang sering terjadi.

Pada persalinan normal, calon Moms diharuskan untuk mengejan sekuat tenaga untuk membantu bayi keluar dari rahim. Kuatnya dorongan dari dalam perut bisa menyebabkan cedera otot pada beberapa bagian tubuh.

Lalu, otot mana saja yang berisiko mengalami cedera dan bagaimana mengatasinya? Simak artikel di bawah ini ya!

1 dari 4 halaman

Penyebab Cedera Otot saat Melahirkan

Ilustrasi MelahirkanIlustrasi Melahirkan © Shutterstock

Setiap perempuan punya pengalaman yang berbeda-beda saat melahirkan. Ada yang merasakan sakit yang luar biasa, ada pula yang bisa mengatasinya dengan baik. Bagaimanapun sakit yang dirasakan, semua akan hilang seketika saat melihat sang buah hati lahir ke dunia.

Pada dasarnya, melahirkan normal adalah proses ketika Moms mengerahkan sekuat tenaganya untuk mengeluarkan bayi dalam kandungan melalui proses mengejan. Tidak hanya otot rahim, seluruh otot yang ada di dalam tubuh ikut bekerja keras saat proses persalinan.

Bagian perut terasa kencang, otot rahim semakin berkontraksi untuk melebarkan leher rahim, dan area panggul terasa penuh akibat usaha bayi mendorong keluar. Inilah sebabnya para calon Moms mengalami ketegangan luar biasa dan rasa lelah di bagian kaki, lengan, punggung, bahkan sekujur tubuh. Dorongan kontraksi dan mengejan inilah yang bisa menyebabkan cedera otot saat melahirkan.

2 dari 4 halaman

Otot Panggung Paling Berisiko

Ilustrasi MelahirkanIlustrasi Melahirkan © 2020 https://www.diadona.id

Otot panggul bagian bawah (otot dasar panggul) adalah otot yang paling berisiko mengalami cedera otot saat melahirkan. Pasalnya, bagian panggul adalah tempat rahim dan organ reproduksi lainnya yang menjadi bagian terpenting selama kehamilan dan melahirkan.

Saat otot dasar panggul mengalami cedera, kondisi ini disebut dengan pelvic floor disorder, yaitu saat sekelompok otot yang menempel pada panggul menjadi rusak saat melahirkan. Cedera otot panggul ini biasanya terasa selama satu minggu setelah melahirkan, walaupun ada juga yang merasakannya lebih dari satu minggu.

3 dari 4 halaman

Cara Menanganinya

Ilustrasi MelahirkanIlustrasi Melahirkan © Shutterstock

Pelvic floor disorder dengan nyeri panggul yang kronis bisa menyebabkan prolaps organ panggul. Prolaps organ panggul adalah kondisi saat kandung kemih, rahim, dan atau rektum turun masuk ke dalam vagina, atau bahkan ke luar vagina. Akibatnya, pasien cenderung mengalami inkontinensia urine dan inkontinensia alvi.

Cedera otot panggul ini bisa dicegah dengan prosedur episiotomi, yaitu sayatan pada perineum (daerah otot antara vagina dan anus) untuk membantu bayi lahir. Proses penyembuhannya tergantung dari luas otot perineum yang dirobek. Semakin luas sayatannya, maka proses penyembuhannya cenderung lebih lama.

4 dari 4 halaman

Mengurangi Sakit Cedera Otot saat Melahirkan

Ilustrasi MelahirkanIlustrasi Melahirkan © shutterstock

Untuk membantu mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan, kompres bagian yang nyeri dengan handuk yang sudah direndam atau dibasahi air hangat.

Melansir Everyday Health, Momsjuga bisa membasuh bagian vagina atau perineum secara perlahan dengan air hangat (arahnya dari depan ke belakang, bukan sebaliknya).

Jahitan pada perineum akibat episiotomi cenderung membuat sulit berjalan atau duduk. Moms bisa mengatasinya dengan mengatur posisi duduk senyaman mungkin. Gunakan alas yang empuk untuk membantu meringankan nyeri.

Beri Komentar