Waspada, Penggunaan Gadget Bisa Jadi Penyebab Anak Terlambat Bicara

Reporter : Audila Rima Ndani
Jumat, 16 Oktober 2020 07:37
Waspada, Penggunaan Gadget Bisa Jadi Penyebab Anak Terlambat Bicara
Terlalu sering menggunakan gadget meningkatkan risiko terlambat bicara pada balita.

Bahaya gadget untuk anak harusnya sudah jelas dipahami oleh setiap orang tua. Namun pada kenyataannya masih banyak orang tua yang memberikan gadget pada anak secara bebas.

Idealnya jika kita memang benar-benar terpaksa memberikan gadget pada anak, maka kita harus mengatur waktu mereka dalam penggunaannya. Tapi masih saja banyak orang tua yang memberikan gadget pada anak untuk mengalihkan perhatian dan membuat mereka tetap sibuk.

Padahal penggunaan gadget pada usia yang terlalu dini dapat memberikan dampak jangka panjang pada anak. Dilansir dari Verywellfamily, penggunaan gadget bahkan bisa menimbulkan keterlambatan bicara pada balita.

1 dari 4 halaman

Ilustrasi anak dan gadgetIlustrasi anak dan gadget © in.news.yahoo.com

Di tahun 2017, Pediatric Academic Societies Meeting menemukan bahwa terlalu sering menggunakan gadget bisa menjadi penyebab balita terlambat bicara. Para peneliti mengungkapkan bahwa ada hubungan antara gadget dengan perkembangan bicara dan bahasa balita.

Studi ini mengamati 894 anak-anak berusia antara 6 bulan dan 2 tahun mulai 2011 sampai 2015. Berdasarkan penilaian dan rekaman orang tua, penelitian ini mengungkapkan bahwa di usia 18 bulan, banyak anak-anak yang sudah menggunakan gadget setidaknya selama 28 menit setiap hari.

Peneliti kemudian menduga mungkin ada hubungan negatif antara cara bicara dan penggunaan gadget pada balita. Hal itu ternyata memang benar.

2 dari 4 halaman

ilustrasi anak dan gadgetilustrasi anak dan gadget © 2019 https://www.diadona.id /refinery29.com

Peneliti menemukan bahwa semakin banyak waktu yang digunakan balita untuk menggunakan gadget setiap hari, maka semakin tinggi risiko balita menunjukkan keterlambatan bicara secara ekspresif. Durasi penggunaan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Setiap terjadi pengingkatan durasi penggunaan gadget selama 30 menit, risiko penundaan bicara ekspresif juga meningkat sebesar 49 persen pada balita. Namun durasi penggunaan gadget hanya berkaitan dengan penundaan bicara dan nggak memengaruhi cara komunikasi lain.

3 dari 4 halaman

Ilustrasi Anak Bermain GadgetIlustrasi Anak Bermain Gadget © https://www.shutterstock.com/g/Waraporn+Chokchaiworarat

Penggunaan gadget pada balita nggak memengaruhi hal lain seperti interaksi sosial, bahasa tubuh, atau gerak tubuh. Sepertinya hal ini hanya memengaruhi ucapan ekspresif yang berarti kata-kata yang diucapkan secara verbal.

American Academy of Pediatrics (AAP) telah merombak pedoman durasi penggunaan gadget pada anak selama bertahun-tahun. Hal itu dilakukan karena teknologi telah berubah dan menjadi lebih terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

4 dari 4 halaman

Ilustrasi Anak Bermain GadgetIlustrasi Anak Bermain Gadget © https://www.shutterstock.com/g/ChaNaWiT

Saat ini pedoman AAP masih menyarankan agar orang tua nggak memberikan akses gadget pada anak usia di bawah 18 bulan. Untuk anak-anak berusia 18-24 bulan, orang tua masih didorong untuk menggunakan program dan aplikasi pendidikan berkualitas tinggi karena terbukti balita bisa belajar dengan cara ini.

Selain itu AAP juga melarang penggunaan gadget pada balita tanpa pengawasan orang tua. Untuk itu, kita harus lebih bijak dalam mengatur penggunaan gadget pada anak agar mereka nggak terkena dampak buruk.

Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu ya!

 

Beri Komentar