Kenapa Adik dan Kakak Lebih Sering Bertengkar saat Mereka Mulai Dewasa? Ini Loh Penyebabnya, Moms

Reporter : Kurnia
Selasa, 25 Januari 2022 12:29
Kenapa Adik dan Kakak Lebih Sering Bertengkar saat Mereka Mulai Dewasa? Ini Loh Penyebabnya, Moms
saat masih kecil anak-anak tampak manis dan hangat, tapi kenapa mereka menjadi tidak akur ketika mulai dewasa?

Mungkin ini penyababnya, Moms..

Ketika si kecil dan kakaknya mulai bertengkar, mungkin itu adalah hal yang wajar di masa-masa pertumbuhan mereka. Lantas bagaimana dengan mereka yang justru memulai perdebatan dan percekcokan ketika mulai dewasa?

Sebenarnya apa sih yang membuat mereka menjadi seperti musuh ketika memasuki usia dewasa?

1 dari 7 halaman

Perbedaan Pandangan

Meskipun adik dan kakak tumbuh dan besar dalam keluarga yang sama, sebenarnya masuh sangat mungkin jika akan ada pandangan yang berbeda dengan beberapa anggota keluarga.

Mungkin pikiran dan pola pikir anak pada Moms, Daddy, nenek dan kakek, serta saudara sekandung lainnya akan jauh berbeda.

Perbedaan pandangan inilah yang mungkin menjadi penyebab adanya konflik sehingga kakak dan adik sampai bertengkar dengan saudara kandungnya setelah mereka dewasa.

2 dari 7 halaman

Persaingan

ilustrasi keluargailustrasi keluarga © rawpixel.com

Bukan hanya anak-anak, ketika sudah dewasa pun adik dan kakak bisa bersaing karena merasa tidak ingin kalah dari satu dan yang lain. Jika demikian, tentu saja persaingan akan membuat hubungan adik dan kakak menjadi tidak sehat bahkan memulai pertengkaran.

Dikutip dari berbagai sumber, sebenarnya sejak kecil, si kakak beradik sering dibanding-bandingkan. Si kakak selalu dianggap lebih baik dan kepentingannya selalu dinomorsatukan. Inilah yang kemudian menimbulkan persaingan karena si adik merasa tidak memiliki kekuatan, maka ia hanya bisa memendamnya saja.

3 dari 7 halaman

Pengaruh Pasangan Hidup

Masuknya orang baru di kehidupan kakak atau adik pasti akan memengaruhi hubungan keduanya. Jika dulu semua hal diprioritaskan untuk keluarga. Tentu semuanya akan berubah dan pasti yang diprioritaskan adalah pasangan hidup masing-masing.

Ingat Moms, ini juga pernah Moms alami. Adanya pasangan juga bisa mengubah pola pikir dan menambah motivasi tertentu loh.

Contoh mudahnya, dulu mungkin adik tidak berani untuk membuat keputusan karena nggak memiliki bala bantuan, sekarang sudah jadi lebih berani karena ada orang yang mendukungnya.

4 dari 7 halaman

Pendidikan dan Pekerjaan yang Berbeda

Ilustrasi Wanita KarierIlustrasi Wanita Karier © shutterstock.com/d8nn

Baik pendidikan atau pekerjaan, keduanya bisa menjadi penyebab kakak dan adik tidak akur setelah mereka mulai dewasa ya, Moms.

Misalnya, sang kakak kini sudah menjadi seorang dokter dan profesor. Semua yang dilakukannya harus bersifat objektif, tepat waktu, dan menyukai hal yang pasti.

Sementara adiknya tumbuh menjadi seorang musisi yang biasanya memiliki jam kerja fleksibel dan mengandalkan mood yang juga tergantung preferensi masing-masing orang.

Perbedaan semacam ini mungkin tampak sepele, tapi terkadang juga menimbulkan masalah yang bisa menjadi besar dan berakhir dengan pertengkaran loh, Moms.

5 dari 7 halaman

Labeling

Udah seberapa sering Moms membandingkan si kecil dengan kakaknya?

Ekspektasi orang tua terhadap anak-anaknya cenderung melibatkan perbandingan antar saudara yang berujung labeling. 

Labeling pada anak ini tentu saja akan sangat memengaruhi pembentukan karakternya, loh. Sebagai orang dewasa, label ini dapat mencetuskan persaingan antara adik kakak yang akan berujung pada pertengkaran ketika mereka sudah mulai dewasa.

6 dari 7 halaman

Pilih Kasih atau Favoritisme

ilustrasi keluargailustrasi keluarga © Shutterstock.com

Sering tidak disadari, orang tua kerap menunjukkan favoritisme terhadap salah satu anaknya. Akan berimbas pada masa depan anak-anak, hal tersebut mampu mengancam dan bahkan merusak hubungan antar saudara.

Beri Komentar