Anak Masih Kecil Sudah Alami Rambut Rontok, Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Reporter : Audila Rima Ndani
Senin, 19 Oktober 2020 07:37
Anak Masih Kecil Sudah Alami Rambut Rontok, Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Penyebab anak mengalami rambut rontok sejak dini.

Setiap orang tua tentu ingin anak tumbuh dengan baik dan sehat. Terkadang kita jadi panik saat anak mengalami kondisi yang nggak biasa di masa pertumbuha mereka.

Salah satunya seperti kerontokan rambut sejak dini. Rambut rontok hingga kebotakan merupakan masalah yang umum terjadi pada orang dewasa.

Namun hal ini bisa menjadi kondisi yang dirasa kurang wajar saat anak-anak sudah mengalaminya di usia muda. Padahal, dilansir dari Boldsky, sebenarnya masalah rambut rontok cukup umum terjadi pada anak-anak berusia 12 tahun ke bawah.

Hal itu biasanya disebabkan oleh kondisi ringan yang bisa sembuh sendiri. Selain itu struktur, penampilan, dan jenis rambut yang berbeda menurut etnis dan wilayah juha bisa menyebabkan rambut rontok.

Beberapa kondisi ini juga bisa berdampak pada pola kerontokan rambut.

1 dari 5 halaman

Telogen effluvium

Ilustrasi anak stress belajarIlustrasi anak stress belajar © ez.insure

Telogen effluvium merupakan masalah kerontokan rambut sementara yang terjadi setelah anak mengalami masalah fisik atau emosional seperti demam, infeksi, cedera, stres, dan ketidakseimbangan vitamin. Anak-anak yang mengalami kondisi ini bisanya kehilangan rambut lebih banyak dari biasanya pada fase telogen.

Fase telogen merupakan fase di mana rambut memasuki masa istirahat dan berlangsung selama 2-4 bulans ebelum rambut rontok dan rambut baru tumbuh. Dalam kebanyakan kasus telogen effluvium, rambut tumbuh kembali dari waktu ke waktu selama 6 bulan hingga 1 tahun.

2 dari 5 halaman

Tinea capitis

ilustrasi anak stresilustrasi anak stres © checkupnewsroom.com

Tinea capitis juga dikenal dengan istilah kurap kulit kepala. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur yang umum dan menular.

Tinea capitis menyebabkan ruam merah berbentuk cincin pada kulit kepala. Gejalanya berupa kulit gatal, iritasi, demam, dan kelenjar membengkak. Tinea capitis biasanya diobati dengan obat anti jamur.

3 dari 5 halaman

Traksi alopecia

Ilustrasi Anak SedihIlustrasi Anak Sedih © 2020 https://shutterstock.com/suriyachan

Traksi alopecia merupakan jenis kerontokan rambut yang terjadi saat rambut mengalami tekanan yang ekstris. Misalnya saat rambut dikepang sangat ketat atau dikuncir dalam waktu lama.

Hal ini menyebabkan kulit kepala merah dan gatal dengan bintik-bintik besar yang botak atau menipis. Traksi alopecia bisa hilang dengan sendirinya begitu rambut mengalami sedikit tekanan, tetapi membutuhkan waktu untuk membuat rambut tumbuh kembali.

4 dari 5 halaman

Alopecia areata

Ilustrasi Anak SedihIlustrasi Anak Sedih © shutterstock

Kondisi ini merupakan penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan mulai menyerang folikel rambut. Alopecia areata menyebabkan kebotakan total.

Bahkan anak-anak mungkin bisa mulai kehilangan alis dan bulu mata mereka. Alopecia areata punya beberapa tipe yang berbeda sebagai berikut:

1. Alopecia areata - bercak botak berkembang di kulit kepala anak
2. Alopecia totalis - semua rambut di kulit kepala rontok.
3. Alopecia universalis - semua rambut tubuh rontok.

5 dari 5 halaman

Trikotilomania

Ilustrasi anak sedihIlustrasi anak sedih © freepik.com

Anak yang punya kebiasaan bermain atau memilih rambut bisa merusak folikel rambut. Hal ini dapat menyebabkan rambut mereka jadi rontok.

Hal ini biasanya juga terjadi saat orang mengalami kecemasan atau gangguan obsesif kompulsif. Salah satu gejala trikotilomania adalah area yang nggak rata di kulit kepala dan rambut patah.

Semoga informasi ini bisa membantu ya, Moms!

Beri Komentar