Tak Ada Ayah dan Sering Ditinggalkan Ibu, Alini Rawat Kakek Seorang Diri di Gubuk Tak Layak

Reporter : M. A. Adam Ramadhan
Jumat, 16 April 2021 14:27
Tak Ada Ayah dan Sering Ditinggalkan Ibu, Alini Rawat Kakek Seorang Diri di Gubuk Tak Layak
Kasihan sekali, kisah Alini begitu sedih.

Hidup memang penuh dengan perjuangan. Nasib setiap orang pun bisa berbeda-beda. Ada yang terlahir dari orang kaya sehingga kehidupannya serba kecukupan, ada juga yang terlahir dengan kondisi kekurangan.

Seperti kisah Alini, bocah umur 13 tahun ini. Kisahnya begitu sedih.

 

1 dari 3 halaman

Tak Ada Ayah dan Sering Ditinggalkan Ibu, Alini Rawat Kakek Seorang Diri di Gubuk Tak LayakTak Ada Ayah dan Sering Ditinggalkan Ibu, Alini Rawat Kakek Seorang Diri di Gubuk Tak Layak © Donasionline.id

Sejak lahir, Alini pernah melihat wajah ayahnya. Sedangkan ibunya sampai sekarang masih sering meninggalkannya untuk mencari nafkah untuknya dan sang kakek. Sementara Alini sejak kecil hanya mendapatkan kasih sayang dari kakeknya seorang.

Bisa dibilang, Alini di umur 13 tahun ini sudah harus hidup mandiri. Ia nyari tak mendapatkan kasih sayang keluarga. Setiap hari sepulang sekolah, Alini harus merawat kakenya, dari makan hingga memandikan kakeknya.

 

2 dari 3 halaman

Tak Ada Ayah dan Sering Ditinggalkan Ibu, Alini Rawat Kakek Seorang Diri di Gubuk Tak LayakTak Ada Ayah dan Sering Ditinggalkan Ibu, Alini Rawat Kakek Seorang Diri di Gubuk Tak Layak © Donasionline.id

Tak Ada Ayah dan Sering Ditinggalkan Ibu, Alini Rawat Kakek Seorang Diri di Gubuk Tak LayakTak Ada Ayah dan Sering Ditinggalkan Ibu, Alini Rawat Kakek Seorang Diri di Gubuk Tak Layak © Donasionline.id

Di tambah lagi, tempat tinggal alias gubuk Alini dan kakeknya sekarang ini jauh dari kata layak. Karena kakeknya sudah berumur 90 tahun, Alini pun berinisiatif untuk mengurus segalanya sendiri. Bahkan, ia menawarkan jasa diri kepada tetangganya, kali aja yang mau mempekerjakannya untuk bersih-bersih sebagai penambah penghasilan.

Seragam sekolah Alini pun sudah lusuh, itu pun pemberian tetangga. Sepatunya juga sudah jebol, bertahun-tahun lamanya belum dia ganti karena tak ada uang. Sementara sang ibu hanya bisa mengirim seadanya, sebab penghasilannya tak tentu.

Beri Komentar