© Donasionline.id
Kehidupan memang begitu pahit untuk sebagian orang. Banyak dari mereka yang bekerja dengan begitu susah payah. Tidak untuk masa depan, bisa untuk bertahan hidup saja syukur. Terlebih untuk mereka yang sudah lansia namun tetap harus bekerja untuk menyambung hidup.
Nenek Sutinah © Donasionline.id
Seperti Nenek Sutinah namanya. Umurnya sudah 60 tahun. Suaminya sudah meninggal 8 tahun lalu, sementara Nek Sutinah tidak memiliki keturunan. Itu berarti, Nek Sutinah hidup di dunia ini sebatang kara.
Ia hidup di rumah reot nan tak layak. Ia bekerja sehari-hari sebagai buruh tani milik ladang orang lain sebelum memiliki penyakit rematik parah. Kini, Nek Sutinah bekerja sebagai buruh perapih shuttlecock.
Mulai pagi dari jam8 hingga sore jam 5, Nek Sutinah hanya diupah sebesar Rp4 ribu dalam satu hari bekerja, sementara yang dikerjakannya adalah 20 lusin shuttlecock, dan per shuttlecock diupah sebesar Rp200.
Uang Rp4 ribu sehari untuk apa? Ya, uang tersebut hanya bisa Nek Sutinah gunakan untuk membeli nasi bungkus sekali makan di siang hari. Sementara pagi dan siang tidak makan kalau tidak ada yang ngasih.
Nenek Sutinah © Donasionline.id
" Pagi dan sore nenek kadang gak makan. Kalau ga ada yang ngasih,. Kalau ada tetangga yang ngasih baru nenek bisa makan pagi dan sore."
Ya ampun, kasihan banget, ya. Buat kalian yang ingin memberikan donasi, bisa klik link ini, ya! Terima kasih!
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet