Waspada! Ini Berbagai Risiko dari Kehamilan yang Tidak Direncanakan

Reporter : Mila Ismiranda
Kamis, 15 September 2022 10:57
Waspada! Ini Berbagai Risiko dari Kehamilan yang Tidak Direncanakan
Masalah kesehatan Moms dan bayi dalam kandungan bisa meningkat.

Kehamilan adalah suatu hal yang harus dipersiapkan dengan baik agar Moms dan bayi sehat. Pasangan, terutama sang wanita, harus siap dalam hal fisik dan mental sebelum mempunyai anak, karena kehamilan kadang sulit dijalani bagi sebagian wanita. Tapi, kadang kehamilan terjadi tanpa disangka-sangka, tidak direncanakan maupun diinginkan.

Kehamilan yang tidak direncanakan ini biasanya berhubungan dengan meningkatnya risiko kesehatan untuk Moms dan bayi dalam kandungan.

1 dari 7 halaman

Komplikasi dan Kematian

Risiko yang bisa ditimbulkan dari kehamilan yang tidak direncanakan adalah peluang terjadinya komplikasi saat kehamilan yang lebih besar dan bahkan menyebabkan kematian untuk Moms dan bayinya. Kehamilan yang tidak direncanakan yang terjadi pada remaja bisa menimbulkan dampak kesehatan yang lebih parah pada sang ibu.

Ibu hamil usia remaja bisa menderita toksemia, anemia, komplikasi kelahiran, dan kematian. Bayi dari ibu remaja ini juga cenderung punya berat badan lahir rendah dan menderita cedera lahir atau cacat saraf. Bayi juga punya kemungkinan dua kali lebih besar untuk mati di tahun pertama kehidupannya.

2 dari 7 halaman

Depresi

Kehamilan yang tidak direncanakan juga bisa menjadi penyebab ibu mengalami depresi selama kehamilan dan postpartum, dan dengan tingkat psikologis yang lebih rendah selama kehamilan, postpartum, dan dalam jangka panjang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kehamilan yang tidak diinginkan berhubungan dengan depresi, kecemasan, dan tingkat stres yang lebih tinggi.

3 dari 7 halaman

Perawatan Kehamilan Tertunda

Perawatan kehamilan yang dilakukan sejak dini penting dilakukan oleh setiap ibu hamil. Sayangnya, wanita dengan kehamilan yang tidak diinginkan cenderung kurang mendapatkan pelayanan kesehatan selama kehamilan dibandingkan dengan wanita dengan kehamilan yang diinginkan.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidak menginginkan kehamilannya cenderung mendapatkan perawatan kehamilan yang tertunda daripada wanita dengan kehamilan yang direncanakan.

4 dari 7 halaman

Lahir Prematur

Wanita dengan kehamilan yang tidak diinginkan punya risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan prematur.

Bayi lahir prematur cenderung punya berat lahir rendah, yang berhubungan dengan ketidakmampuan fisik dan kognitif pada masa bayi dan juga pencapaian pendidikan yang lebih rendah saat dewasa.

5 dari 7 halaman

Bayi Tidak Mendapat ASI

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kehamilan yang tidak diinginkan dengan menyusui, di mana Moms cenderung tidak menyusui bayinya.

Padahal, menyusui adalah hal yang penting dilakukan ibu setelah melahirkan agar bayinya sehat. ASI bisa melindungi bayi dari penyakit dan merupakan makanan paling baik untuk bayi.

6 dari 7 halaman

Apa yang Harus Dilakukan?

Moms yang kehamilannya yang tidak direncanakan sebaiknya jangan panik. Fokuskan perhatian pada kesehatan janin yang ada dalam kandungan. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah:

  • Mulai dengan konsumsi zat gizi yang ibu butuhkan. Penting untuk mengonsumsi asam folat 400-800 mikrogram setiap hari, bisa Anda dapatkan dari makanan atau suplemen.
  • Berhenti merokok, minum alkohol, dan menggunakan obat kalau sebelumnya melakukannya.
  • Pertahankan berat badan pada rentang normal.
  • Segera periksakan kehamilan ke dokter. Tanyakan apa yang harus dilakukan untuk membuat Moms dan bayi dalam kandungan tetap sehat.
  • Cari dukungan dari orang-orang terdekat.

Beri Komentar