© Shutterstock
Masih ada banyak pro dan kontra mengenai perlu tidaknya mencukur rambut pubis (rambut kemaluan) saat sedang hamil. Pikiran ini juga terkadang terlintas dalam pikiran beberapa ibu hamil mendekati waktu persalinan mereka.
Jadi, apakah diperbolehkan mencukur rambut kemaluan saat hamil?
Adanya rambut pubis adalah pertanda bahwa organ reproduksi seseorang telah matang. Beberapa literatur juga mengatakan bahwa rambut pubis berfungsi dalam melindungi organ genital.
Mencukur rambut pubis dengan teknik yang salah bisa menyebabkan luka yang dapat berpotensi menjadi media bagi pertumbuhan bakteri dan kuman. Selain luka, penggunaan alat cukur yang tidak steril juga bisa memicu terjadinya infeksi.
Ini beberapa tujuan mengapa ia mencukur rambut kemaluannya saat hamil, di antaranya:
Sebuah penelitian yang dilakukan CDC dan professor dermatologi University of Rochester, Mary Gail Mercurio, setuju bahwa mencukur rambut pubis meningkatkan risiko penularan infeksi.
Sekali lagi, mencukur rambut kemaluan saat hamil adalah hak para Moms. Jadi, selama pencukuran dilakukan dengan teknik yang aman, sah-sah saja.
Semoga informasi ini bermanfaat!
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet